Cebu, Filipina (ANTARA) - Para pemimpin ASEAN mendukung percepatan mekanisme berbagi energi dan interkoneksi listrik regional di tengah kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam konferensi pers seusai KTT ke-48 ASEAN, Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan ASEAN menyepakati perlunya memastikan rantai pasok energi yang stabil dan andal serta penguatan kerja sama keamanan energi di kawasan.
Salah satu langkah konkret yang dibahas adalah percepatan ratifikasi Kesepakatan Kerangka ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (APSA), yang memungkinkan para anggotanya saling membantu saat terjadi kelangkaan bahan bakar.
"Para pemimpin sepakat akan pentingnya rantai pasok energi yang stabil dan andal, interkonektivitas energi yang lebih kuat, serta percepatan diversifikasi menuju sumber energi alternatif dan terbarukan," kata Marcos.
Mekanisme APSA memungkinkan anggota ASEAN memasok bahan bakar kepada anggota lain yang mengalami kekurangan stok minimal setara 10 persen kebutuhan domestik mereka.
Baca juga: Prabowo dorong ASEAN percepat diversifikasi energi di KTT Cebu
Sebelumnya, para menteri ekonomi ASEAN setuju untuk mempercepat penyelesaian APSA di tengah gangguan jalur pasokan minyak global.
Perang antara AS-Israel dan Iran telah meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.
Selain mekanisme berbagi minyak bumi, para pemimpin ASEAN juga mendorong operasionalisasi ASEAN Power Grid, proyek regional yang menghubungkan jaringan listrik seluruh negara anggota.
"Kami mendorong operasionalisasi ASEAN Power Grid untuk memungkinkan perdagangan listrik lintas batas, mendukung integrasi energi terbarukan, dan menyediakan listrik yang lebih terjangkau bagi hampir 700 juta penduduk," kata Marcos.
Gangguan rantai pasok energi global menjadi salah satu isu utama dalam KTT ASEAN yang digelar Filipina tahun ini.
Sumber: PNA/OANA
Baca juga: Indonesia ajak negara-negara ASEAN kembangkan potensi energi bersih
Baca juga: ASEAN-UE dorong kerja sama keberlanjutan lebih kuat saat krisis energi
Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































