Mendag: IPBA dorong perdagangan dan investasi RI-Filipina

2 hours ago 3
Harapannya, IPBA menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha kedua negara yang dapat mendorong perdagangan, investasi dan kemitraan bisnis yang lebih erat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan Budi Santoso meresmikan Asosiasi Pelaku Usaha Indonesia-Filipina (Indonesia-Philippines Business Association/IPBA) di Cebu, Filipina, guna mendorong perdagangan dan investasi di kedua negara.

Budi menyebutkan kehadiran asosiasi menjadi komitmen Indonesia dan Filipina menjadi babak baru untuk memperkuat sinergi ekonomi yang telah terjalin selama 75 tahun.

"Harapannya, IPBA menjadi pintu masuk strategis bagi pelaku usaha kedua negara yang dapat mendorong perdagangan, investasi dan kemitraan bisnis yang lebih erat," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.

Pembentukan asosiasi ini telah diinisiasi sejak Atase Perdagangan (Atdag) Manila sejak pertengahan tahun 2024.

Menurut Budi, IPBA hadir untuk memperluas jaringan bisnis serta mengoptimalkan pemanfaatan kerja sama perdagangan kedua negara sehingga mendorong peningkatan total perdagangan.

Baca juga: Mendag hadiri KTT ASEAN bahas tantangan ekonomi kawasan

Baca juga: Mendag: Musim libur dan geopolitik tekan impor Maret 2026

Dengan adanya wadah baru yang menaungi pelaku usaha Indonesia dan Filipina, diharapkan dapat mengadvokasi pelaku usaha terkait hambatan perdagangan agar arus perdagangan kedua negara terus meningkat.

"Diversifikasi perdagangan akan membuat kita lebih tangguh untuk dapat menghadapi tantangan global," katanya.

Asosiasi ini akan mendukung promosi produk Indonesia melalui pelaksanaan misi dagang (trade missions), forum bisnis (business forum), dan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha dengan calon buyer, distributor, importir, maupun investor Filipina.

Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia yang menempati urutan ke-8 sebagai negara tujuan ekspor dengan total nilai ekspor pada tahun 2025 sebesar 10,22 miliar dolar AS.

Indonesia menempati urutan ke-4 sebagai negara utama pemasok bagi impor Filipina.

Sejumlah produk yang berpotensi untuk dipasarkan di pasar Filipina, di antaranya produk logam, konsentrat bijih logam dan minyak nabati. Hal ini menunjukkan Indonesia memiliki posisi penting bagi Filipina.

Baca juga: Mendag pastikan penyesuaian HET Minyakita tak terkait implementasi B50

Baca juga: Mendag ungkap nilai ekonomi dari ekosistem burung kicau capai Rp2 T

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |