Prasasti soroti potensi dampak Perang Iran-AS terhadap umroh dan haji

5 hours ago 3
...Keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan kesehatan fiskal menjadi kunci dalam memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga

Jakarta (ANTARA) - Lembaga think tank independen Indonesia Prasasti Center for Policy Studies menyoroti potensi dampak Perang Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap aktivitas umroh dan haji apabila ketidakpastian global berlangsung lebih lama dan memengaruhi mobilitas internasional.

“Apabila terjadi pembatasan atau penurunan aktivitas dalam periode yang berkepanjangan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor perjalanan, tetapi juga dapat menimbulkan efek rambatan terhadap pertumbuhan ekonomi domestik,” ujar Policy and Program Director Prasasti Piter Abdullah dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Aktivitas tersebut memiliki keterkaitan ekonomi yang luas di dalam negeri, mulai dari layanan perjalanan, perhotelan, hingga sektor pendukung lainnya. Seperti diketahui, sejumlah penerbangan menuju Jeddah, Arab Saudi mengalami pembatalan penerbangan.

Dalam situasi ini, Piter menekankan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menyusun berbagai skenario kebijakan.

Baca juga: Ekonom minta pemerintah mitigasi inflasi energi imbas konflik Timteng

“Sulit untuk memprediksi ketidakpastian global. Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga, fiskal, dan kepercayaan pasar,” katanya.

Secara keseluruhan, Prasasti menilai bahwa periode ketidakpastian global seperti saat ini menuntut kebijakan yang adaptif, terukur, dan berbasis perhitungan fiskal yang cermat.

“Keseimbangan antara menjaga daya beli masyarakat dan mempertahankan kesehatan fiskal menjadi kunci dalam memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” kata Piter.

Sebagai informasi, Kementerian Haji dan Umrah RI mengimbau calon jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam waktu dekat, untuk menunda keberangkatannya seiring dengan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu.

Baca juga: BI terus cermati risiko inflasi akibat lonjakan harga minyak dunia

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan imbauan tersebut merupakan bentuk kehati-hatian pemerintah dalam memastikan keamanan warga negara.

Pemerintah juga meminta jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi beserta keluarga di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jamaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

Baca juga: Pakar: RI harus jaga stabilitas global berbasis hukum di tengah perang

Baca juga: Kemenhaj: 6.047 orang jamaah umrah telah kembali ke Tanah Air

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |