Jakarta (ANTARA) - Lembaga pemikir (think tank) Prasasti Center for Policy Studies menilai pertumbuhan investor riil di pasar modal perlu diperkuat dengan aksi pencegahan praktik-praktik spekulatif dan manipulatif, sehingga momentum pertumbuhan investasi tetap sehat.
Dewan Pengawas (Board of Trustees) Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Ilya Avianti, dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu, mengatakan maraknya investor ritel baru merupakan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.
Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan baru, yang salah satunya peningkatan risiko manipulasi harga saham demi keuntungan dalam jangka waktu singkat atau kerap disebut "saham gorengan".
"Pasar yang sehat adalah pasar yang bertumpu pada nilai fundamental perusahaan, bukan sekadar pada pergerakan harga jangka pendek. Fondasi pasar modal itu fundamental, bukan teknikal semata,” ujarnya.
Ia menjelaskan langkah pertama untuk mencegah praktik manipulasi saham adalah memperkuat transparansi. Emiten harus disiplin menyampaikan laporan keuangan dan informasi material secara tepat waktu dan mudah dipahami.
"Kalau informasi perusahaan terbuka dan mudah dibaca, ruang untuk memainkan persepsi pasar akan semakin sempit," ujarnya.
Kedua, pengawasan transaksi perlu semakin tajam. Pola transaksi yang tidak wajar seperti lonjakan harga dan volume secara tiba-tiba tanpa didukung kinerja perusahaan harus cepat terdeteksi dan ditindak.
"Harga saham seharusnya mencerminkan nilai perusahaan, bukan sekadar hasil tarik-menarik jangka pendek," kata Ilya.
Ketiga, kata Ilya, edukasi investor menjadi benteng terpenting. Investor perlu dibekali kemampuan membaca laporan keuangan, memahami model bisnis, dan menilai prospek usaha.
"Kalau investor mau belajar fundamental, mereka tidak mudah terjebak saham gorengan," kata Ilya.
Ilya menilai peran pelaku pasar juga krusial. Broker, analis, dan media, ujar dia. perlu mendorong budaya investasi berbasis data dan kinerja bukan sensasi harga. Rekomendasi yang bertanggung jawab akan membantu membentuk perilaku pasar yang lebih dewasa.
Prasasti merekomendasikan sejumlah upaya untuk menekan permainan manipulasi saham seperti mengkombinasikan transparansi, pengawasan, edukasi, dan tanggung jawab pelaku pasar.
"Pendekatan ini penting agar pertumbuhan investor tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga menciptakan pasar modal yang berfungsi optimal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang," ujar Ilya.
Baca juga: Lembaga Prasasti: Pemerintah perlu perkuat mitigasi risiko bencana
Baca juga: Prasasti proyeksi ekonomi RI kuartal III tumbuh di kisaran 5 persen
Baca juga: Ekonom ungkap dua peluang arah IHSG selama 2026
Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































