Tapanuli Selatan, Sumut (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto tiba di Posko Pengungsian Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menjelang pergantian Tahun Baru, Rabu malam.
Berdasarkan pantauan ANTARA di posko tersebut, Presiden Prabowo tiba pukul 23.30 WIB mengenakan pakaian safari berwarna krem.
Warga yang berada di posko pengungsian menyambut kehadiran Presiden dengan antusias. Ratusan warga tampak memadati area sekitar posko untuk melihat langsung dan menyapa Presiden.
Kehadirannya disambut oleh teriakan anak-anak dan warga pengungsi yang sejak sore hari telah menanti kehadirannya. Suasana hangat dan semarak terlihat ketika anak-anak dan warga mengelu-elukan nama Prabowo.
"Selamat datang Pak Prabowo," teriak anak-anak tersebut.
Prabowo tampak menyalami dan berinteraksi dengan para pengungsi. Prabowo lalu berkeliling sesaat melihat kondisi posko serta aktivitas warga yang masih berada di pengungsian.
Prabowo lalu duduk di kursi yang telah disediakan. Dirinya diapit oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di sisi kiri dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono di sisi kanannya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda Presiden untuk memantau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Selatan serta memastikan penanganan dan pelayanan bagi pengungsi berjalan dengan baik.
Kedatangan Presiden turut didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.
Baca juga: Presiden apresiasi TNI/Polri bertugas pemulihan pascabencana Tapsel
Baca juga: Antusias pengungsi Batu Hula tunggu kehadiran Prabowo sejak siang
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































