Penggemar K-Pop usulkan pembentukan Dewan Konser Rendah Karbon

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Penggemar K-Pop Indonesia dan global yang tergabung dalam KPOP4PLANET meminta Majelis Nasional Korea Selatan untuk membentuk Dewan Konser Rendah Karbon guna menjaga keberlanjutan konser K-pop di tengah risiko iklim yang semakin nyata.

"Di Indonesia, salah satu tempat terbesar bagi basis penggemar K-pop di dunia, pembatalan konser akibat bencana iklim seperti banjir dan cuaca ekstrem semakin meningkat. Para penggemar mengalami dampak krisis iklim sebagai ancaman eksistensial dalam kehidupan sehari-hari mereka," kata aktivis Indonesia Nurul Sarifah dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Dalam pertemuan anggota gerakan bersama dengan Majelis Nasional Korea Selatan di Seoul pada Jumat (6/2), KPOP4PLANET menyampaikan proposal "Pedoman Carbon-Neutral Performance" kepada Anggota Parlemen Korea Selatan Park Soo Hyun (Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata) dari Partai Demokrat Korea.

Baca juga: Pemerintah Seoul rencanakan pengendalian kerumunan untuk konser BTS

Pengajuan proposal tersebut bertujuan untuk melindungi fandom yang berkelanjutan di tengah memburuknya krisis iklim. Pertemuan ini diselenggarakan untuk mengkonkretkan isu-isu yang diangkat pada "Forum Standardisasi Konser K-Pop Rendah Karbon" yang diadakan di Majelis Nasional Desember lalu.

Salah satu isi dalam proposal itu yakni mendorong pembentukan dewan yang dipimpin pemerintah Korea Selatan untuk menetapkan pedoman pertunjukan dan acara K-pop netral karbon. Dengan tugas-tugas utama yang mencakup penetapan standar untuk mengukur emisi karbon di seluruh proses perencanaan dan operasional pertunjukan.

Tugas lain yang diusulkan dari dewan itu yakni meninjau kebijakan insentif yang efektif untuk pertunjukan netral karbon, secara resmi menetapkan dan mendistribusikan pedoman dan mempromosikan "Proyek Percontohan Pertunjukan Netral Karbon" yang dipimpin oleh Majelis Nasional dan mendesak pembentukan badan konsultatif yang melibatkan pemerintah dan industri.

Baca juga: Hal yang perlu dipersiapkan ARMY sebelum ikut konser BTS

Aktivis asal Korea Selatan Lee Da Yeon menyampaikan bahwa pedoman terkait acara ramah lingkungan dan rendah karbon saat ini telah stagnan selama 18 tahun, sejak diberlakukan oleh otorita setempat pada 2008.

Oleh karenanya, ia mendesak pembentukan badan konsultatif resmi yang melibatkan Majelis Nasional, pemerintah, dan industri untuk menetapkan standar praktis yang mencerminkan pertumbuhan pesat industri pertunjukan dan realitas krisis iklim.

"Konser rendah karbon bukanlah pilihan, tetapi masalah kelangsungan hidup," kata dia.

Baca juga: BTS akan gelar konser selama dua hari di Jakarta pada Desember 2026

Menurut survei yang dilakukan oleh KPOP4PLANET tahun lalu, 92,2 persen penggemar K-pop global mengatakan mereka menginginkan konser rendah karbon.

Anggota Parlemen Park Soo Hyun mengatakan telah meminta peta jalan pemerintah melalui penyelidikan komite tetap dan akan mengambil langkah-langkah untuk membentuk badan konsultatif kebijakan.

"Saya sangat bersimpati dengan kegiatan berharga ini untuk planet dan generasi mendatang. Saya akan meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk mengembangkan peta jalan untuk pedoman konser rendah karbon dan sekaligus membentuk badan konsultatif untuk bekerja sama," katanya.

Baca juga: Let's Love K-Pop Asia Tour 2026 bakal digelar di enam negara

Baca juga: Menbud Korea Selatan ingin tingkatkan fasilitas konser K-Pop

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |