Prabowo minta dukungan NU atasi kebocoran kekayaan negara

2 hours ago 3

Bangkalan (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto meminta dukungan Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengatasi berbagai kebocoran kekayaan negara yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun dan membuat rakyat tidak menikmati hasil pembangunan secara optimal.

"Saya selalu merasa nyaman di tengah Keluarga Besar NU, nyaman dan aman, karena NU memang organisasi keagamaan, tetapi sangat nasionalis, patriotik, dan cinta tanah air," kata Prabowo saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyebut selama 22 tahun Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 436 miliar dolar AS.

Namun, menurut dia, sekitar 346 miliar dolar AS atau sekitar Rp5.800 triliun justru mengalir ke luar negeri dan hanya dinikmati segelintir pihak.

"Data dan fakta itu saya sampaikan kepada NU agar para pemimpin NU mengerti kenapa gaji guru tidak naik-naik dan kenapa anggaran negara selalu terasa kurang. Bukan karena kita tidak kaya sumber daya alam, tetapi karena uangnya terus diambil dan mayoritas dibawa ke luar negeri," katanya.

Baca juga: Prabowo bertekad berbuat terbaik hentikan kebocoran anggaran

Prabowo mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah sehingga menjadi lemah.

Karena itu, menurut dia, Indonesia memerlukan sistem yang mampu menyelamatkan dan menjaga kekayaan negara.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar NU yang selalu hadir menjaga stabilitas bangsa dalam berbagai situasi.

"Keluarga Besar NU adalah faktor stabilisator yang membuat bangsa dan negara ini aman dan nyaman. Saya yakin NU akan selalu memiliki peran positif karena para kiai dan ulama merupakan tokoh yang paling dekat dengan rakyat," katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan dirinya dilantik dengan sumpah untuk menjalankan Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca juga: Prabowo komitmen hentikan kebocoran kekayaan negara

"Setelah menjadi presiden, saya melihat fakta penyimpangan yang selama ini kita biarkan dan hanya memperkaya segelintir orang. Saya tidak ingin mengingkari sumpah," ujarnya.

Terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden menegaskan program tersebut akan tetap dilanjutkan karena ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Kalau disetop itu aneh, karena MBG itu program untuk rakyat susah. Kalau ada yang perlu diperbaiki, saya sepakat," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden dalam penutupan Munas Alim Ulama dan Konbes NU.

Ia menegaskan komitmen NU untuk terus menjaga dan melestarikan bangsa serta mendukung upaya pembangunan nasional.

Baca juga: Ini penegasan Jaksa Agung terkait kekayaan negara

Senada dengan itu, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar mengatakan NU akan terus mendukung pemerintah selama tidak mengajak kepada kekufuran dan kefasikan.

"Presiden selalu memikirkan rakyat, karena itu kita husnuzan untuk memperbaiki yang kurang," katanya.

Pewarta: Abd Aziz
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |