Prabowo minta disiplin prosedur pelaksanaan program MBG ditingkatkan

1 month ago 12

Hambalang, Bogor (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar disiplin prosedur pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih ditingkatkan.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam kegiatan retret Kabinet Merah Putih atau taklimat awal tahun di kediamannya di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa.

"Beliau (Presiden Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi," di Hambalang.

Dia mengatakan, berdasarkan catatan dari Badan Gizi Nasional (BGN) masih terdapat sekitar 15 kasus yang terjadi pada pelaksanaan program tersebut pada Desember.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menghendaki agar kejadian serupa dapat dicegah semaksimal mungkin ke depan.

Terkait anggaran, Prasetyo menyampaikan program MBG tidak menghadapi persoalan karena dalam APBN 2026 telah dialokasikan dana sekitar Rp335 triliun untuk program tersebut.

Dia mengatakan secara umum, dari aspek teknis maupun anggaran, pelaksanaan program makan bergizi gratis dinilai tidak mengalami kendala besar.

"Jadi kira-kira secara teknis dan anggaran tidak ada masalah," ujar dia.

Baca juga: Istana jelaskan alasan Prabowo mengabsen ketum parpol saat retret

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan komitmen pemerintah untuk menerapkan standar zero defect (tanpa cacat) serta memastikan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026.

Dalam taklimat yang disampaikan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, Kepala Negara menerima laporan bahwa program MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, terhitung sejak diterapkan per 6 Januari 2025.

"Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat," kata Kepala Negara dalam taklimatnya.

Ia mengatakan, program MBG adalah langkah strategis untuk mengintervensi masalah gizi yang mendesak.

Meski mengklaim tingkat keberhasilan statistik mencapai 99,99 persen, Presiden tidak menutup mata terhadap adanya kekurangan maupun penyimpangan di lapangan.

Ia menekankan bahwa dalam operasi kemanusiaan skala besar, tantangan operasional adalah hal yang wajar, namun tidak boleh dimaklumi begitu saja.

"Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi," katanya.

Presiden menyebut pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat demi pemerataan yang sempurna.

Baca juga: Prabowo: Antusiasme anak sambut MBG harusnya sentuh nurani siapa pun

Baca juga: Taklimat awal tahun, Prabowo menyatakan zero defect MBG mulai 2026

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |