Jakarta (ANTARA) - Serat merupakan bagian penting dari pola makan seimbang, namun waktu mengonsumsinya sama pentingnya dengan jumlah yang dikonsumsi.
Menurut laporan Hindustan Times, Jumat (3/4) waktu setempat, mengonsumsi salad atau makanan tinggi serat secara acak sepanjang hari belum tentu memberikan manfaat maksimal.
Hal ini lantaran banyak orang kerap fokus pada seberapa banyak serat yang mereka konsumsi. Padahal, mengatur waktu asupan serat secara strategis dapat memberikan perbedaan signifikan, membantu tubuh menyerap dan memanfaatkannya dengan efektif.
Baca juga: Serat saat puasa tak harus dari suplemen, kata ahli gizi
Baca juga: Ketahui penyebab tak enak badan hingga sembelit saat bepergian jauh
Ahli bedah yang berbasis di Inggris dan konten kreator kesehatan populer, Dr. Karan Rajan menyampaikan waktu konsumsi serat dapat memengaruhi pencernaan, fermentasi mikrobioma usus, dan metabolisme sepanjang hari.
Menurut Dr. Rajan, jika ingin memaksimalkan manfaat serat, sebaiknya konsumsi serat dilakukan lebih awal dalam sehari, idealnya sebagai bagian utama dari sarapan. Sistem pencernaan lebih aktif di pagi hari, dengan aliran empedu yang lebih besar, sekresi enzim pencernaan, dan kontraksi usus besar.
“Bahkan sebagian besar mikroba (bakteri) baik dalam tubuh puncak aktivitasnya di awal hari dan lebih terjaga. Manfaatkan hal ini dengan mengonsumsi porsi serat di pagi hari,” kata Dr. Rajan.
Dr. Rajan menjelaskan mengonsumsi serat di pagi hari cenderung lebih kecil kemungkinannya menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan seperti kembung.
Selain itu, hal itu juga membantu terasa kenyang lebih lama, karena sarapan tinggi serat dapat memicu hormon pengatur nafsu makan, sehingga mengurangi keinginan ngemil di kemudian hari, serta dapat mendukung metabolisme tubuh.
“Fermentasi bakteri terhadap serat terjadi lebih awal dalam sehari. Ini meningkatkan durasi produksi asam lemak rantai pendek, yang sangat berperan dalam mengatur metabolisme sepanjang hari,” tutur dia.
Baca juga: Dokter tekankan pentingnya prebiotik bagi saluran cerna anak
Baca juga: Ahli ingatkan konsumsi serat berlebih dapat ganggu pencernaan
Baca juga: Ini pilihan buah dan sayur untuk lancarkan pencernaan saat puasa
Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































