PPIU bentuk kanal tangani dampak gangguan penerbangan jamaah umrah

2 weeks ago 22
Risiko buat jamaah, kehilangan fasilitas hotel, visa, pesawat yang merupakan bagian dari paket umrah, bisa juga risiko biaya karena ada fasilitas dadakan yang harus mereka tanggung secara mandiri

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) membentuk kanal komunikasi khusus bagi tour leader yang tengah mendampingi jamaah umrah, sebagai langkah penanganan dampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik mengatakan pihaknya saat ini tengah mendata anggota yang terdampak gangguan penerbangan, sekaligus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait memastikan penanganan jamaah berjalan optimal.

"Saat ini Himpuh sedang mendata anggota kami yang terdampak, membuat kanal komunikasi khusus untuk para tour leader yang sedang membersamai jamaah, dan melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait," ujar Firman di Jakarta, Senin.

Menurut dia, keberadaan kanal komunikasi tersebut penting untuk mempercepat penyampaian informasi kepada anggota yang berada langsung bersama jamaah, baik yang masih berada di Indonesia, dalam perjalanan, maupun yang tertahan di Arab Saudi.

Baca juga: Biro umrah diminta mitigasi imbas abu Anak Krakatau bagi Jamaah

Firman mengatakan upaya koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Kemenhaj telah membentuk kanal komunikasi khusus dengan asosiasi penyelenggara umrah yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Firman mengatakan gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan kerugian dan biaya tambahan bagi jamaah umrah, terutama karena sejumlah fasilitas yang telah menjadi bagian dari paket perjalanan dapat terganggu.

Jamaah menghadapi sejumlah risiko akibat tertundanya atau dialihkannya penerbangan, mulai dari fasilitas hotel, visa, hingga tiket pesawat yang telah masuk dalam paket umrah.

"Risiko buat jamaah, kehilangan fasilitas hotel, visa, pesawat yang merupakan bagian dari paket umrah, bisa juga risiko biaya karena ada fasilitas dadakan yang harus mereka tanggung secara mandiri," kata dia.

Ia menjelaskan dampak gangguan penerbangan tersebut dapat terjadi pada jamaah dalam beberapa kondisi. Pertama, jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi, tetapi masih berada di bandara keberangkatan yang operasionalnya ditutup akibat kondisi penerbangan.

Baca juga: Garuda alihkan pendaratan jamaah umrah Jeddah-Soetta GA-981 ke Aceh

Kedua, jamaah yang masih berada di Arab Saudi, baik di Jeddah maupun Madinah, dan tertahan keberangkatannya menuju Indonesia karena bandara tujuan di Tanah Air mengalami penutupan atau pembatasan operasional.

Ketiga, jamaah yang berada di negara transit dalam perjalanan menuju Indonesia juga dapat terdampak karena penerbangan lanjutan mengalami gangguan.

"Keempat, jamaah yang mendarat tidak di bandara tujuan. Misalnya tujuan awalnya Jakarta, tetapi kemudian dialihkan ke Malaysia, Singapura, Aceh, Kertajati, dan lainnya," kata Firman.

Senada dengan Firman, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan salah satu persoalan yang cukup krusial adalah penyesuaian jadwal penerbangan.

Gangguan akibat abu vulkanik dapat memengaruhi jadwal kedatangan dan keberangkatan, sehingga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap layanan jamaah umrah.

Sapuhi berharap gangguan penerbangan tersebut dapat segera berakhir, sehingga operasional penerbangan umrah bisa dapat kembali berjalan normal.

Baca juga: Badan Geologi: Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir

Baca juga: DPR imbau masyarakay ikuti informasi resmi soal erupsi Anak Krakatau

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |