Situbondo (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Situbondo, Jawa Timur memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir bandang sebagai bentuk kepedulian Polri untuk meringankan beban penyintas banjir yang terjadi pada Rabu (21/1) malam.
Bantuan paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari warga terdampak banjir ini diserahkan langsung oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie dan Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo Lana Bayu AS kepada warga terdampak banjir di wilayah barat Kabupaten Situbondo.
Baca juga: GP Ansor Situbondo dirikan dapur umum untuk korban banjir bandang
"Kami menyerahkan bantuan paket sembako secara langsung sekaligus melihat kondisi pemukiman warga setelah dilanda banjir akibat luapan sungai, dan ini merupakan bentuk kepedulian Polri, untuk meringankan beban warga terdampak bencana ini," kata Kapolres Bayu di Situbondo, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut Kapolres, selain memberikan bantuan paket sembako, juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya, yakni TNI dan pemerintah daerah agar penanganan dampak banjir bandang bisa terlaksana dengan cepat dan tepat.
AKBP Bayu menyatakan bahwa personel Polres Situbondo terus bersiaga memantau situasi pasca-bencana banjir dan polisi siap membantu evakuasi maupun pengamanan jika terjadi kenaikan air sewaktu-waktu demi menjamin keamanan masyarakat.
"Personel kami terus bersiaga dan memantau situasi di lokasi terdampak bencana," ujarnya.
Sebelumnya, pasca-banjir bandang akibat luapan air Sungai Lubawang di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, personel Polres Situbondo bersama TNI dan BPBD serta tim Tanggap Bencana (Tagana) membantu masyarakat membersihkan material banjir.
Banjir luapan Sungai Lubawang, Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, menerjang 440 rumah warga, dan di Desa Lubawang, merupakan salah satu desa paling parah terdampak banjir bandang.
Baca juga: 21 SD/SMP di Situbondo terdampak banjir, lumpur-sampah masuk sekolah
Baca juga: Banjir masuk rumah, bapak-anak tewas tersengat listrik di Situbondo
Selanjutnya, dampak terparah di desa lainnya yang masih dalam satu kecamatan, yakni Desa Kalianget, dengan rumah terdampak sebanyak 246 unit.
Terdampak banjir luapan air Sungai Lubawang lainnya adalah Kecamatan Besuki dengan 5.425 rumah terdampak, tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah, dan Desa Besuki 2.306 rumah.
Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, sebanyak 169 rumah, selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah.
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































