Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyelidiki kecelakaan yang melibatkan mobil jenis sedan dengan bus Transjakarta di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.
"Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan insiden kecelakaan tersebut terjadi pada Kamis, pukul 06.00 WIB, dan berawal saat kendaraan sedan yang dikemudikan oleh perempuan berinisial RM (21) melaju dari arah selatan menuju arah utara di Jalan Jendral Sudirman.
"Setibanya di Bundaran HI, diduga kurang hati-hati dan kurang konsentrasi sehingga menabrak separator Busway dan terdorong ke depan bersamaan dengan datangnya bus Transjakarta yang dikemudikan pramudi berinisial EBW (29), yang melaju dari arah selatan menuju ke utara," terang Ojo.
Akibat tabrakan tersebut, kendaraan sedan dengan nomor polisi B-1043-PAK itu ringsek pada bagian depan kanannya, sementara Bus Transjakarta dengan nomor polisi B-7866-TGC mengalami lecet dan penyok pada body bagian kiri.
"Akibat kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, dan kedua kendaraan hanya mengalami kerusakan," ujar Ojo.
Dia menambahkan pihaknya pun telah memeriksa tiga orang saksi yang melihat insiden tersebut.
Sebelumnya, beredar sebuah video unggahan di media sosial X melalui akun resmi @TMCPoldametro yang memperlihatkan anggota kepolisian tengah memeriksa insiden kecelakaan antara sebuah mobil sedan dengan bus Transjakarta.
"Pukul 06.45 telah terjadi kecelakaan lalu lintas sebuah kendaraan sedan menabrak separator Busway di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, saat ini sedang penanganan oleh petugas dan upaya penderekan. Untuk korban nihil," tulis akun tersebut.
Baca juga: Polda Metro Jaya berkomitmen atasi persoalan lalu lintas pada 2026
Baca juga: Polda Metro Jaya harap ada penambahan kamera ETLE
Baca juga: Korlantas sebut 220.427 pelanggaran dalam Operasi Zebra 2025
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































