Pernyataan FPTI terkait perkembangan kasus pelecehan seksual pelatnas

2 hours ago 3

Bekasi (ANTARA) - Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid memberikan keterangan terkait dengan perkembangan kasus tindak kekerasan dan pelecehan seksual di pemusatan latihan nasional (pelatnas) panjat tebing.

Yenny mengatakan saat ini tim pencari fakta (TPF) FPTI terus bekerja mengumpulkan bukti-bukti terkait. Selain itu Yenny juga mengungkapkan bahwa terduga pelaku tindak kekerasan dan pelecehan seksual sudah mangkir dua kali dari panggilan tim internal FPTI.

"Perkembangan terbaru pada saat ini kalau tim pencari fakta internal FPTI sendiri tetap bekerja, sedang bekerja. Sudah melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku, sudah dua kali dan dua kali terduga pelaku tidak mendatangi pemeriksaan internal oleh tim pencari fakta dengan berbagai macam alasan, ya," ujar Yenny dalam konferensi pers di Bekasi, Jumat.

Baca juga: FPTI bakal siapkan retreat selepas Kualifikasi Asian Games 2026

Sementara itu terkait perkembangan proses kasus yang telah menjalani mekanisme hukum, Yenny mengatakan tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh karena bukan ranah dan wewenangnya.

"Sementara itu kalau proses di polisi sendiri berjalan terpisah. Nah itu harus ditanya kepada Bareskrim," kata Yenny.

Yenny mengatakan proses penegakan hukum kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkup pelatnas panjat tebing ini akan diurus baik secara internal FPTI maupun juga ke ranah hukum.

Lima atlet panjat tebing membuat laporan ke Mabes Polri terkait dugaan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan pelatih panjat tebing Indonesia, Hendra Basir.

Baca juga: FPTI lepas tim Indonesia bersaing dalam Kualifikasi Asian Games 2026

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |