Jakarta (ANTARA) - Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Metro Jaya menyiagakan personel Search and Rescue (SAR) sekaligus membagikan masker kepada warga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Direktur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan pihaknya menyiagakan unsur SAR yang terdiri atas 30 anggota Seksi Pengamanan dan Penyelamatan (Sie Pammat) dan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Pengendalian Massa (Dalmas) Kompi 4.
"Apel kesiapsiagaan ini dilaksanakan untuk memastikan unsur SAR siap digerakkan dalam membantu masyarakat apabila terjadi dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau," kata Wahyu di Jakarta, Minggu, saat memimpin apel kesiapsiagaan personel.
Selain personel, Polda Metro Jaya juga menyiagakan sejumlah sarana prasarana pendukung, antara lain empat unit kendaraan roda empat, satu unit kendaraan taktis (rantis) SAR, satu truk dapur lapangan beserta kendaraan pendukungnya, serta satu unit generator set (genset).
Tidak hanya menyiapkan kekuatan lapangan, kata Wahyu, anggota Ditsamapta juga membagikan masker kepada warga yang beraktivitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan melibatkan 10 personel.
"Pembagian masker ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah antisipasi agar masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman," ujarnya.
Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta menggunakan alat pelindung diri seperti masker saat berada di luar ruangan.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan kesiapsiagaan selesai, cuaca di sekitar lokasi terpantau cerah dan situasi keamanan maupun ketertiban masyarakat (kamtibmas) dilaporkan aman terkendali.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menyatakan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini terpantau mengalami penurunan, namun potensi terjadinya erupsi susulan dipastikan masih tetap ada.
Kepala PVMBG Rita Susilawati, di Serang, Minggu, menyampaikan bahwa meskipun alat pemantauan mencatat tren penurunan, hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda itu telah sepenuhnya berhenti.
"Memang saat ini alat pemantauan kami memonitor aktivitas Gunung Anak Krakatau menurun, tetapi menurunnya itu bukan berarti akan berhenti aktivitas nya. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi," katanya usai meninjau Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Kabupaten Serang.
Baca juga: Polisi bagikan masker hingga beri pengobatan pengguna Bandara Soetta
Baca juga: Kapolri instruksikan jajaran siaga hadapi erupsi Anak Krakatau
Baca juga: 523 personel Polri diterjunkan mitigasi erupsi Anak Krakatau di Soetta
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































