Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) menyerahkan 500 ton beras, satu juta buku, 500 ribu pulpen untuk sekolah dan siswa di wilayah terdampak di Desa Paya Gaboh, Sawang, Aceh Utara, guna memotivasi generasi muda agar melanjutkan pendidikannya.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla mengatakan di Jakarta, Selasa, dalam kunjungannya ke wilayah tersebut pihaknya tidak hanya memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak, tetapi juga memperkuat kapasitas komunitas lokal untuk bangkit kembali dari keterpurukan yang diakibatkan oleh bencana.
Tidak hanya terfokus pada pendidikan, pihaknya dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) turut mendistribusikan Al Quran dan Iqro, sebagai bagian dari dukungan terhadap aspek spiritualitas dan kesejahteraan psikososial masyarakat.
Pihaknya juga membagikan berbagai family kit, hygiene kit, baby kit, alat kebersihan, dignity kit, serta school kit yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak.
Baca juga: PMI Jaksel salurkan bantuan kebutuhan rumah tangga ke Sumatera Barat
Dalam kunjungannya, Jusuf Kalla menekankan pentingnya komunikasi yang menjadi kunci dalam membangun perdamaian dan kerja sama. Dia mengingatkan kembali momen penting pencapaian perdamaian Aceh pada tahun 2005, dan bagaimana upaya komunikasi yang efektif berperan besar dalam pencapaian tersebut.
"Pertama, penting untuk siapa yang bisa diajak berkomunikasi; komunikasi yang baik adalah kunci perdamaian dan kerja sama," kata JK.
Dia juga mengapresiasi seluruh tim PMI yang telah bekerja tanpa lelah sejak detik pertama bencana melanda, memastikan bahwa semua bantuan dapat tersampaikan dengan tepat waktu.
"Dalam menangani dampak bencana, setiap elemen masyarakat harus bersatu padu untuk turut serta dalam proses pemulihan demi masa depan Aceh yang lebih baik," katanya.
Baca juga: Jusuf Kalla tinjau pemulihan pascabencana di Aceh Utara
Pihaknya bersama seluruh mitra tetap berkomitmen untuk mendampingi masyarakat Aceh hingga proses pemulihan tuntas dan berjalan dengan optimal.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkapkan syukur dan terima kasihnya kepada Jusuf Kalla atas peran signifikan dalam proses perdamaian Aceh yang bersejarah. Dia mengungkapkan komitmennya untuk terus menjaga dan mengawal perdamaian ini, agar tetap bertahan di masa mendatang.
Ketua PMI Provinsi Aceh Murdani Yusuf dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, staf, dan relawan PMI yang telah siap sedia sejak hari pertama bencana. Ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara PMI dan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan demi kesejahteraan masyarakat Aceh.
"PMI tetap teguh dalam komitmennya untuk memberikan layanan penting lainnya meliputi penyediaan air bersih, layanan kesehatan, dukungan psikososial, distribusi bantuan, pengembalian hubungan keluarga, promosi kesehatan, serta pembersihan lingkungan," kata Murdani.
Baca juga: Gubernur Aceh terima bantuan pangan hingga alat berat dari PMI
Baca juga: Sambut Ramadhan, JK salurkan bantuan DMI untuk masjid di Aceh Utara
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































