Jakarta (ANTARA) - PT PLN Indonesia Power (PLN IP) memborong Apresiasi Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Tahun 2025, yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai wujud komitmen perusahaan menjalankan transisi energi bersih.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengharapkan capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam pengembangan energi bersih.
"Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus berkontribusi secara berkelanjutan dalam pengembangan energi bersih guna mendukung transisi energi nasional," ujarnya.
Sekretaris Ditjen EBTKE Haris menyampaikan pada 2025 menjadi tahun transformasi, karena dilakukan berbagai upaya untuk membangkitkan swasembada energi nasional melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).
Adapun Apresiasi Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Tahun 2025, yang diraih PT PLN IP untuk predikat Aditama, diperoleh unit PLN IP UBP Saguling, PLN IP UBP Semarang, PLN IP UBP Priok, PLN IP UBP Suralaya, PLN IP UBP Tello, PLN IP UBP Cilegon, dan PLN IP UBP Banten 3 Lontar.
Sedangkan, predikat Madya diraih unit PLN IP UBP Mrica-PLTM Jelok, PLN IP UBP Bali-PLTS Nusa Penida, PLN IP UBP Tello-PLTS Selayar, dan PLN IPUBP Jateng 2 Adipala, serta PLN IP UBP Barito-PLTA PM Noor meraih predikat Pratama.
Sekretaris Perusahaan PLN IP Agung Siswanto menambahkan melalui capaian ini, pihaknya terus menegaskan perannya sebagai penggerak transisi energi nasional dengan mendorong pengembangan pembangkit EBT, yang terintegrasi dan berkelanjutan sebagai fondasi penguatan ketahanan energi nasional serta percepatan terwujudnya swasembada energi.
Baca juga: PGE-PLN IP dengan PLN sepakati tarif PLTP Ulubelu berkapasitas 30 MW
Baca juga: PLN IP menghadirkan biomassa sorgum di Pelabuhan Ratu
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































