PKSS dan Unsri perkuat kemitraan atasi persoalan pengangguran

1 month ago 20

Jakarta (ANTARA) - PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) memperkuat peran dalam penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi dengan menggandeng Universitas Sriwijaya (Unsri) dalam kemitraan penempatan alumni di sektor perbankan dan industri nasional.

"Kolaborasi jangka panjang dengan Unsri membuktikan bahwa sinergi antara pendidikan dan industri mampu menghasilkan talenta siap kerja. PKSS akan terus memperluas peran tersebut agar penyerapan alumni dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan SDM," kata Strategic Quality Manpower & Development Department PT PKSS Dera Andhika Duana dalam keterangan diterima di Jakarta, Rabu.

PKSS merupakan perusahaan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM), yang juga perusahaan anak Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI) dan Dana Pensiun BRI.

Kemitraan yang telah berlangsung lebih dari lima tahun itu difokuskan pada peningkatan kesiapan kerja lulusan serta perluasan akses penempatan di dunia usaha.

Kerja sama tersebut relevan di tengah meningkatnya tuntutan industri terhadap tenaga kerja dengan kompetensi siap pakai.

Melalui kerja sama itu, alumni Unsri disalurkan ke sejumlah mitra PKSS, khususnya di sektor perbankan dan perusahaan nasional, dengan fokus wilayah Sumatera Selatan.

Selain penempatan kerja, PKSS terlibat sejak tahap persiapan lulusan memasuki dunia profesional. PKSS aktif menyelenggarakan berbagai program, di antaranya campus hiring, career bootcamp, job fair serta pembekalan dunia kerja.

Program tersebut dirancang untuk menjembatani transisi lulusan dari lingkungan akademik ke dunia industri.

Kolaborasi antara PKSS dan Unsri mencerminkan upaya untuk mempersempit jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus menjadi bagian dari solusi atas persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan sebanyak 1,01 juta lulusan universitas menganggur pada 2025.

Data itu selaras dengan Badan Pusat Statistik (BPS) yang sebelumnya mencatat bahwa jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025, dengan jumlah pengangguran dari lulusan perguruan tinggi saja tercatat tembus hingga 1,01 juta orang.

Selain itu, BPS juga mencatatkan jumlah pengangguran per Februari 2025 menembus angka hingga 7,28 juta orang, naik sekitar 1,11 persen atau sebesar 83,45 ribu orang.

Menurut Menaker, untuk mengatasi permasalahan ini, khususnya bagi lulusan sarjana, diperlukan adanya kolaborasi yang lebih erat lagi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait, seperti salah satunya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |