PGN Batam khawatir aktivitas penimbunan lahan ganggu pipa gas Sumatra

1 week ago 8
Ini satu-satunya pipa menuju Batam untuk distribusi dan jaringan kelistrikan. Kalau sampai terjadi gangguan, Batam bisa padam dan penyaluran ke Singapura juga berhenti

Batam (ANTARA) - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengkhawatirkan aktivitas penimbunan lahan di sekitar jalur pipa transmisi gas kawasan Panaran dapat mengganggu keamanan pipa yang menyalurkan gas dari Sumatra ke Batam.

Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan terdapat aktivitas penimbunan lahan di sebelah jalur pipa transmisi.

"Sekarang ada aktivitas penimbunan di sebelah pipa transmisi. Ada satu titik yang menyeberangi pipa transmisi," kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

Menurut dia, PGN khawatir beban dari aktivitas kendaraan dan alat berat yang melintas dapat memberikan tekanan terhadap pipa.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan infrastruktur yang menjadi jalur utama penyaluran gas ke Batam.

"Kami khawatir kalau ada kendaraan lewat itu ada beban yang menekan pipa. Kami takut ada apa-apa dengan pipanya," ujarnya.

Wendi menjelaskan pipa transmisi tersebut memiliki diameter 28 inci dan menjadi jalur penyaluran gas dari Sumatra menuju Batam.

Baca juga: PGN Batam siap hadapi kedaruratan lewat simulasi di PLTMG Panaran

Baca juga: PGN Batam catat 1.868 pelanggan rumah tangga telah dialiri gas bumi

Jalur tersebut bermula dari Kuala Tungkal, Jambi, bawah laut dan masuk ke Panaran, Batam.

Selanjutnya, jaringan gas diteruskan menuju Dapur 12 Batam ke Pulau Pemping, hingga ke Singapura.

Karena merupakan jalur utama pasokan gas ke Batam, kata Wendi, gangguan terhadap pipa tersebut berpotensi berdampak terhadap distribusi gas dan pasokan energi, termasuk pembangkit listrik di Batam.

"Ini satu-satunya pipa menuju Batam untuk distribusi dan jaringan kelistrikan. Kalau sampai terjadi gangguan, Batam bisa padam dan penyaluran ke Singapura juga berhenti," katanya.

Wendi menegaskan pipa tersebut merupakan salah satu objek vital yang perlu dijaga keamanannya.

Menurut dia, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian sebelum aktivitas di sekitar jalur pipa dilakukan.

"Ini adalah salah satu objek vital dan harus dijaga. Jalurnya hanya satu yang menuju Batam dan kalau ada apa-apa bisa dipastikan blackout di Batam," katanya.

Baca juga: PGN sebut WNTS Pemping akan pasok 30 BBTUD gas untuk kebutuhan Batam

Baca juga: PGN: Batam kota percontohan jaringan gas dengan 114.000 SR hingga 2030

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |