Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sukses melaksanakan panen raya Program Lumbung Pangan di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (22/1).
Panen raya tersebut merupakan bagian dari Lumbung Pangan Polewali Mandar yang menjadi titik ke-12 dari total 16 lokasi Program Lumbung Pangan Padi yang dikembangkan Baznas RI di berbagai daerah.
"Alhamdulillah, kita dapat melaksanakan panen raya. Ini menunjukkan bahwa setiap ikhtiar yang kita lakukan membuahkan hasil," kata Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Imdadun Rahmat melalui keterangan di Jakarta, Sabtu.
Imdadun mengungkapkan Lumbung Pangan Polewali Mandar melibatkan 66 kepala keluarga petani dari kalangan mustahik binaan Baznas dengan luas lahan panen mencapai 60 hektare.
Dari sisi hasil, lanjut dia, program ini menunjukkan peningkatan signifikan. Potensi panen mencapai Rp42.000.000 per hektare, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp29.000.000 hingga Rp31.000.000 per hektare.
"Peningkatan tersebut didukung pendampingan intensif untuk memperkuat kapasitas dan keterampilan petani," ujarnya.
Baca juga: Baznas salurkan Rp5 miliar untuk berdayakan warga pesisir Indramayu
Imdadun menegaskan Program Lumbung Pangan tidak semata berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama dalam menyalurkan zakat melalui skema pemberdayaan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan ekonomi umat.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar yang turut mendampingi pelaksanaan program. Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
"Harapannya, program ini benar-benar berbuah, menjadi sarana pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan umat, sekaligus alat pemerataan ekonomi. Inilah mandat undang-undang kepada Baznas," ucapnya.
Sementara, Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program Lumbung Pangan yang dinilainya selaras dengan arah pembangunan daerah serta kebijakan nasional di sektor ketahanan pangan.
Baca juga: Baznas-Kemenko PM wujudkan 1.001 titik pemberdayaan berbasis kawasan
Ia menuturkan sektor pertanian merupakan penggerak utama perekonomian Polewali Mandar. Karena itu, kolaborasi dengan Baznas dinilai sebagai bentuk sinergi yang efektif, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
"Pengelolaan zakat yang profesional terbukti mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat," kata Samsul Mahmud.
Baca juga: Kemenag dan Baznas kerja sama pemberdayaan umat berbasis masjid
Baca juga: Baznas berdayakan ekonomi santri lewat Program Zmart Pesantren
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































