Jayapura (ANTARA) - Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan berdasarkan laporan yang diterima diduga penyebab jatuhnya pesawat Smart Air jenis caravan PK-SNS tujuan Kaimana, di logpond Kaladiri, Nabire karena mengalami gagal take off atau kehilangan daya angkat (stall).
"Memang benar ada dugaan pesawat mengalami insiden karena kehilangan daya angkat saat take off. Seluruh penumpang dan crew yang berjumlah 13 orang (bukan 15 red) selamat dalam insiden yang terjadi Selasa (27/1) sekitar pukul 12.45 WIT," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada Antara, Selasa.
Dihubungi dari Jayapura, AKBP Tatiratu mengatakan, pesawat dengan pilot Kapten Tania itu merupakan pesawat yang melayani penerbangan subsidi dari Nabire ke Kaimana.
"Sesaat setelah mengalami insiden, seluruh penumpang dan crew langsung dibawa ke RSUD Nabire untuk dilakukan pemeriksaan," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu.
11 Nama penumpang naas itu adalah Yosua Maniba, Yantibus Iyai, Yunus Bastira, Baharudin Rada, Muh Rada, Barandina Awujani, Nonce Bary, Muh Ridho, Iwan, Maria Komboy dan Juprianto.
Baca juga: Kemenhub: Pesawat Smart Air mendarat darurat karena gangguan mesin
Baca juga: Smart Air mendarat di bibir pantai Nabire, 13 penumpang selamat
Baca juga: Pesawat Smart Air jatuh di pantai Nabire, 13 penumpang selamat
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































