Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) memfasilitasi sebanyak 5.888 sertifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan sepanjang 2025.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu mengatakan, perusahaan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan legalitas, kualitas produk, dan akses pasar.
"Sepanjang tahun 2025, Pertamina memfasilitasi 5.888 sertifikasi bagi UMKM mitra binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha," katanya.
Berbagai sertifikasi yang difasilitasi tersebut meliputi nomor induk berusaha (NIB), PIRT, BPOM, Halal Self Declare maupun Halal BPJPH, hak kekayaan intelektual (HKI), pengusaha kena pajak (PKP), NPWP, hingga PT perseorangan, yang menjadi fondasi penting bagi UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat kepercayaan konsumen.
Baca juga: Kemen UMKM: 14,6 juta UMKM transformasi dari sektor informal ke formal
Baron menyampaikan sertifikasi merupakan langkah strategis agar UMKM mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar yang semakin kompetitif.
"Legalitas dan sertifikasi bukan sekadar administrasi, tetapi kunci bagi UMKM untuk tumbuh berkelanjutan, memperluas akses pembiayaan, serta menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.
Baron menambahkan, pembinaan UMKM tidak berhenti pada sertifikasi semata, tetapi juga diarahkan agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, kualitas, kesiapan ekspor, serta membangun kesadaran UMKM sebagai wajib pajak.
"Kami ingin UMKM mitra binaan Pertamina tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu menjangkau pasar nasional hingga global," jelasnya.
Baca juga: BPJPH bagikan kriteria UMK untuk peroleh Sertifikat Halal Gratis 2026
Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen menjalankan peran sosial dan ekonomi secara berkelanjutan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), khususnya dalam pemberdayaan UMKM di sekitar wilayah operasi.
"Pertamina hadir untuk menciptakan nilai bersama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," jelas Baron.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target net zero emission pada 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian sustainable development goals (SDGs).
Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip environmental, social & governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
Baca juga: Pertamina tetapkan 24 pelaku UMKM jadi champion UMK Academy 2025
Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































