Pertamina bakal gelar operasi pasar untuk kendalikan harga LPG di Aceh

2 months ago 33
Kami bersama-sama dengan pemda nanti akan membuat operasi pasar.

Jakarta (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah daerah segera menggelar operasi pasar untuk mengendalikan harga LPG di kawasan Aceh yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET) pascabencana banjir dan tanah longsor.

“Kami bersama-sama dengan pemda nanti akan membuat operasi pasar,” ujar Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, setelah pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM di Gedung Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Jakarta, Senin.

Mars Ega menyampaikan operasi pasar dilakukan untuk menekan spekulan-spekulan atau pelaku pasar yang mengambil kesempatan di dalam kesempitan.

Misalnya, kata dia lagi, spekulan tersebut mengambil LPG, mengatur, lalu menjual kembali LPG tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

“Dengan operasi pasar, kami akan lokalisir penjualannya. Namun demikian, kami memprioritaskan pasokan saat ini ke dapur-dapur umum dulu,” ujar Mars Ega.

Selain operasi pasar, Pertamina Patra Niaga juga membuat alternatif jalur pasokan baru, yaitu menggunakan jalur laut untuk memasok LPG ke wilayah yang terdampak bencana.

Pasokan LPG di sejumlah wilayah Aceh, seperti Banda Aceh, Bireuen, Pidie, sebagian Meulaboh mengalami kendala, sebab jalur distribusi dari Lhokseumawe ke Banda Aceh dan sekitarnya terputus.

“Penggunaan jalur laut ini tentunya butuh waktu lebih lama daripada menggunakan jalur darat,” kata dia lagi.

Mars Ega menyampaikan bahwa saat ini Pertamina Patra Niaga sudah mengoperasikan dua kapal roro yang mengambil rute Lhokseumawe ke Banda Aceh. Nantinya, Pertamina akan menambah satu kapal roro lagi untuk mengangkut LPG dari Lhokseumawe ke Banda Aceh.

“Mudah-mudahan ini bisa menambah pasokan ke Banda Aceh,” kata dia pula.

Sebelumnya, petugas kepolisian Polres Aceh Barat menegur dan memberi peringatan kepada sejumlah pedagang BBM eceran dan gas elpiji tiga kilogram yang menjual dengan harga di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terpadu untuk memastikan penjualan BBM dan gas elpiji bersubsidi tetap berjalan sesuai aturan pemerintah, terutama terkait Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, petugas kepolisian mendapati beberapa kios penjual BBM eceran di wilayah Desa Gampa dan Rundeng, Kecamatan Johan Pahlawan, serta di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat yang menjual di atas harga resmi.

Kepada para pedagang tersebut, petugas memberikan teguran langsung dan surat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi pelanggaran serupa.

Selain itu, tim gabungan juga mendatangi sejumlah pangkalan gas elpiji tiga kilogram di Kecamatan Mereubo dan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat dan meminta pedagang agar menjual gas sesuai HET, tidak menahan stok, dan tidak melakukan distribusi ke luar wilayah.

Petugas kepolisian mengingatkan bahwa pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan harga untuk menjaga keseimbangan pasokan dan menghindari keresahan di masyarakat.

Baca juga: Pertamina tambah 143 ribu tabung LPG 3 kg jelang lebaran di Jambi

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut gelar operasi pasar LPG di Banda Aceh

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |