Jakarta (ANTARA) - Dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN) Samsurizal mengembangkan metode optimasi pengisian cepat kendaraan listrik (electric vehicle/EV) berbasis kecerdasan buatan yang diklaim lebih efisien dan aman bagi sistem kelistrikan.
"Salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan kendaraan listrik adalah bagaimana mempercepat pengisian tanpa merusak baterai dan tanpa mengganggu jaringan listrik," katanya dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Samsurizal menyoroti dilema utama teknologi fast charging berbasis DC. Di satu sisi, teknologi ini mampu memangkas waktu pengisian secara signifikan. Namun di sisi lain, muncul risiko seperti peningkatan suhu baterai, penurunan kesehatan baterai (State of Health/SoH), hingga beban tinggi pada jaringan listrik tegangan menengah 20 kilovolt (kV).
Baca juga: Luluskan 708 mahasiswa, ITPLN siap dukung upaya transisi energi RI
Tak hanya itu, ia juga mengkaji integrasi konsep Vehicle-to-Grid (V2G), yakni teknologi yang memungkinkan kendaraan listrik tidak sekadar mengonsumsi energi, tetapi juga menyuplai listrik kembali ke jaringan.
"Kalau tidak dioptimalkan, fast charging bisa berdampak pada umur baterai dan kestabilan sistem listrik secara keseluruhan," ujarnya.
Sebagai solusi, Samsurizal mengusulkan penggunaan Thunderstorm Algorithm (TA), metode optimasi berbasis kecerdasan buatan yang terinspirasi dari fenomena badai petir.
Algoritma ini bekerja dalam tiga tahap utama: pembentukan solusi awal (cloud phase), pencarian jalur optimal (streamer phase), dan evaluasi hingga konvergensi (avalanche phase).
Baca juga: Rektor ITPLN sebut lulusan teknik tidak tersaingi AI dalam waktu dekat
Menurutnya, pendekatan ini mampu menyeimbangkan berbagai aspek krusial, mulai dari kecepatan pengisian, umur baterai, stabilitas suhu, hingga dampak terhadap jaringan listrik.
"Metode ini mencari titik optimal antara performa pengisian dan keamanan sistem," jelas Samsurizal.
Ia berharap riset ini bisa berkontribusi bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, serta membuka peluang integrasi kendaraan listrik dalam sistem energi cerdas atau smart grid, yang menjadi bagian penting dalam transisi menuju energi bersih.
"Dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, teknologi pengisian yang efisien dan stabil menjadi kunci masa depan energi berkelanjutan," tutur Samsurizal.
Diketahui, riset ini dipresentasikan olehnya dalam sidang disertasi berjudul "Optimasi pada Vehicle Fast Charging to 20 kV Grid Berbasis DC Charging CHAdeMO Menggunakan Metode Thunderstorm Algorithm", yang digelar di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang pukul 13.00 WIB pada Kamis (9/4).
Baca juga: Dirut PLN dorong ITPLN sebagai kampus transisi energi kelas dunia
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































