Perdoski bantah mencukur bisa buat rambut bayi tumbuh lebat

2 months ago 30

Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta membantah adanya mitos dalam masyarakat yang mengatakan bahwa aktivitas mencukur sampai kepala botak dapat membuat rambut bayi tumbuh lebih lebat dan panjang.

"Mencukur rambut bayi supaya panjang itu mitos ya, enggak, itu mitos," kata Ketua Perdoski Jakarta dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV usai mengikuti temu media di Jakarta, Senin.

Dhana mengatakan tebal dan panjangnya rambut bayi maupun orang dewasa sebenarnya dipengaruhi oleh faktor genetik yang diturunkan kepada generasi berikutnya.

Faktor penentu berikutnya yaitu gaya hidup sehat yang dijalani seperti perawatan rambut yang menggunakan alat cukur bersih dan higienis.

Proses pencukuran rambut bayi hanya akan membuat rambut yang tumbuh di permukaan atas kepala menjadi berjarang dan kasar untuk sementara waktu. Kondisi ini juga tidak perlu dikhawatirkan oleh orang tua setelah mencukur.

Baca juga: Dokter ungkap beragam risiko kesehatan dari "thrifting" baju bekas

"Jadi kalau dibotakin itu boleh ya, tidak ada pengaruh ke rambutnya jadi lebih sehat, atau lebat ya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Dhana mengingatkan bahwa kulit milik bayi cenderung belum sekuat dan setebal milik orang dewasa.

Hal ini menyebabkan permukaan kulit bayi lebih rentan dengan berbagai kondisi. Selain kulit kepala. Dhana mengingatkan supaya keluarga tidak abai untuk memperhatikan produk perawatan kulit yang dipakai.

Jika bayi memiliki kulit sensitif, orang tua dianjurkan untuk menggunakan lotion atau pelembab yang dapat mengunci kelembaban kulit agar tidak kering.

"Gunakan sabun yang lembut ya, yang pH-nya seimbang, yang banyak pelembabnya ya, yang untuk kulit sensitif atau untuk kulit bayi gitu, lalu habis itu dipakaikan lotion atau pelembab gitu, untuk memperbaiki sistem pertahanan kulit atau barier dari anak-anak itu sendiri begitu," ujar Dhana.

Pada bayi, produk perawatan rambut yang digunakan lebih baik mengandung bahan-bahan yang lembut dan melembabkan. Hindari produk yang mengandung Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES).

Baca juga: Cara memulihkan kondisi kulit setelah terpapar gas air mata

Baca juga: Ciri khas kulit bayi dan cara tentukan produk yang aman digunakan

Baca juga: Perdoski paparkan bahaya komplikasi mpox serta cara pencegahannya

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |