Perawat gelar aksi mogok kerja terbesar dalam sejarah di New York City

3 weeks ago 18

New York City (ANTARA) - Sekitar 15.000 perawat di New York City pada Senin (12/1) melakukan aksi mogok kerja setelah serikat pekerja mereka dan pihak rumah sakit gagal mencapai terobosan dalam negosiasi kontrak, menandai aksi mogok kerja perawat terbesar dalam sejarah kota tersebut.

Kelompok-kelompok besar perawat yang mengenakan topi rajut merah berkumpul di luar Rumah Sakit Mount Sinai dan Rumah Sakit New York-Presbyterian di Manhattan, meneriakkan slogan dan membawa spanduk bertuliskan "Perawat Berhak Mendapatkan yang Baik", "Berhenti Membungkam Perawat", "Kontrak yang Adil", dan "Perawat Aman, Pasien Aman".

Asosiasi Perawat Negara Bagian New York menyatakan bahwa para perawat dari lima rumah sakit swasta besar melakukan mogok kerja, menuduh rumah sakit mereka menolak "

menandatangani kontrak yang adil dan mencakup rasio tenaga kerja yang memadai, tunjangan kesehatan yang dijamin bagi perawat garis depan, dan perlindungan dari kekerasan di tempat kerja.

"Pihak manajemen rumah sakit menolak untuk menangani isu-isu terpenting kami, yakni keselamatan pasien dan perawat," kata Nancy Hagans, ketua asosiasi tersebut, dalam sebuah pernyataan pada Senin.

Serikat pekerja tersebut mengatakan bahwa perawat menghadapi beban kerja yang tidak dapat ditoleransi, menuntut peningkatan langkah-langkah keamanan di tempat kerja, serta pembatasan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di rumah sakit.

Wali Kota New York Zohran Mamdani bergabung dengan para demonstran di luar sebuah rumah sakit di Manhattan untuk menunjukkan dukungan bagi para perawat yang sedang mogok kerja. Dia mendesak kedua belah pihak untuk terus bernegosiasi dan mencapai kesepakatan yang "menghormati para perawat kita sekaligus menjaga rumah sakit kita tetap buka."

"Para perawat telah menjaga kota ini tetap hidup pada masa-masa tersulitnya. Nilai mereka tidak dapat ditawar," katanya.

Gubernur New York Kathy Hochul pada Jumat (9/1) mengumumkan keadaan darurat menjelang aksi mogok kerja itu, karena aksi tersebut dilaksanakan di tengah musim flu yang parah dan berpotensi mengganggu pengoperasian rumah sakit.

Sejumlah rumah sakit yang terlibat mempekerjakan perawat sementara dalam upaya untuk mengisi kekurangan tenaga kerja selama aksi mogok kerja tersebut, dan dalam pernyataan di tengah negosiasi, mereka menyatakan akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk meminimalkan gangguan.

Rumah Sakit Montefiore Einstein, salah satu rumah sakit yang terlibat di Bronx, dalam pernyataannya mengatakan bahwa pihaknya sedang bersiap menghadapi aksi mogok kerja yang diperkirakan akan berlangsung beberapa pekan, sembari meyakinkan pasien bahwa janji temu akan tetap dijadwalkan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |