Jakarta (ANTARA) - Psikolog Ayu S. Sadewo S. Psi, menekankan pentingnya kesadaran diri sebagai langkah awal menjaga kesehatan mental pekerja, yang dapat dimulai dari hal sederhana seperti menyadari tarikan dan hembusan napas di tengah aktivitas sehari-hari.
Hal itu disampaikan Ayu dalam kegiatan Health Talk bertajuk Mind Matters: Menciptakan Ruang Aman untuk Sadar, Peduli, dan Saling Mendukung yang digelar Perum LKBN ANTARA, di Jakarta, Rabu.
Menurut Ayu, banyak pekerja menjalani rutinitas kerja secara otomatis tanpa menyadari kondisi fisik dan mentalnya. Ketidaksadaran ini membuat stres sering kali menumpuk tanpa disadari hingga akhirnya berdampak pada kelelahan berkepanjangan.
“Kesadaran itu dimulai dari sadar napas. Banyak orang tidak pernah benar-benar sadar kapan ia menarik dan membuang napas, padahal itu pintu masuk untuk mengenali kondisi diri,” kata psikolog yang lulus dari Profesi Psikolog di Universitas Indonesia itu.
Ia menjelaskan stres tidak selalu berdampak buruk. Dalam kadar tertentu, stres justru dibutuhkan untuk menjaga performa kerja tetap optimal. Namun, masalah muncul ketika stres berlangsung dalam waktu lama dan tidak dikelola dengan baik.
Baca juga: Psikolog ingatkan empati perlu diimbangi batasan sehat
Ayu menyebut burnout sebagai bentuk stres berkepanjangan yang terjadi selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Kondisi ini dapat ditandai dengan menurunnya semangat kerja, kesulitan fokus, meningkatnya kesalahan kecil, hingga rasa enggan datang ke tempat kerja.
“Stres satu atau dua hari itu wajar. Burnout terjadi ketika stres dibiarkan terlalu lama dan tubuh serta pikiran tidak diberi ruang untuk pulih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa dampak stres tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik. Ketegangan otot, sakit kepala, gangguan tidur, hingga penurunan daya tahan tubuh kerap muncul sebagai respons tubuh terhadap tekanan mental.
Melalui kegiatan ini, Ayu mengajak pekerja untuk lebih peka terhadap perubahan kecil dalam diri, sebagai upaya menjaga kesehatan mental agar stres tetap berada pada level yang sehat dan tidak berkembang menjadi burnout.
Ia menegaskan menjaga kesehatan mental perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya saat masalah muncul, agar keseimbangan kerja dan kesejahteraan diri dapat terjaga.
Baca juga: Waspadai kelelahan mental akibat paparan arus informasi
Baca juga: Tindakan yang perlu dilakukan orang tua saat mengetahui anak dirundung
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































