Pengungsi Gunung Sinabung di Desa Kuta Tengah mulai kembali ke rumah

2 weeks ago 21
Benar, hari ini warga Kuta Tengah mulai kembali ke rumah masing-masing

Karo (ANTARA) - Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mulai kembali ke rumah masing-masing setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo menerima rekomendasi terbaru terkait perubahan zona rekomendasi Gunung Sinabung dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Juspri M. Nadeak di dihubungi dari Kabanjahe, Senin, membenarkan bahwa para pengungsi asal Desa Kuta Tengah yang sebelumnya berada di lokasi pengungsian mulai dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Benar, hari ini warga Kuta Tengah mulai kembali ke rumah masing-masing," kata Juspri.

Pemulangan warga tersebut dilakukan setelah PVMBG memperbarui zona rekomendasi Gunung Sinabung berdasarkan hasil pemantauan aktivitas vulkanik dan kegempaan.

Baca juga: BPBD Sumut catat 211 KK mengungsi dampak erupsi Gunung Sinabung

Mulai 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, zona rekomendasi diubah dari radius tiga kilometer dari puncak serta radius sektoral enam kilometer untuk sektor selatan-tenggara menjadi radius tiga kilometer dari puncak dan radius sektoral lima kilometer untuk sektor selatan-tenggara.

Desa Kuta Tengah tidak termasuk dalam radius sektoral lima kilometer yang ditetapkan dalam rekomendasi terbaru tersebut, sehingga Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Karo memutuskan warga yang sebelumnya mengungsi di Desa Sukatepu dapat dipulangkan mulai Senin (7/9).

Meski warga telah diperbolehkan kembali, Juspri menegaskan pemerintah daerah (pemda) belum mengurangi kewaspadaan. Sebanyak 40 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BPBD Kabupaten Karo bersama personel Basarnas dan BPBD Sumatera Utara (Sumut) masih disiagakan di sejumlah posko untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.

Menurut dia, kesiapsiagaan tetap dilakukan karena status Gunung Sinabung masih berada pada Level III atau Siaga. Petugas juga terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung (PPGA) untuk memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi gunung.

Baca juga: Anggota DPR imbau warga Sinabung tetap tenang dan patuhi arahan

Berdasarkan hasil pemantauan hingga 6 September 2026, asap kawah Gunung Sinabung teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300–500 meter di atas puncak kawah.

Pemantauan menggunakan pesawat nirawak (drone) juga belum menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru. Selain itu, tidak terekam kejadian gempa guguran yang mengindikasikan kondisi kubah lava lama masih stabil.

Meski demikian, gempa yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan di kedalaman dangkal masih terekam, meski jumlahnya disebut tidak signifikan.

Juspri mengingatkan masyarakat yang telah kembali ke Kuta Tengah agar tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan arahan petugas. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya sekunder, khususnya aliran lahar saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Baca juga: Gunung Sinabung Siaga, BNPB minta warga di Karo segera mengungsi

Pewarta: Juraidi dan Ade Friadi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |