Pengembang kebut pengerjaan huntara di Tapanuli Utara

2 weeks ago 14

Adiankoting (ANTARA) - Pengembang mengebut pengerjaan 40 unit hunian sementara (huntara) di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara agar segera dapat dihuni penyintas bencana longsor di daerah setempat.

“Saat ini proses pembangunan sudah mencapai 80 persen dan ditarget di akhir Januari sudah serah terima dengan korban bencana,” kata penanggung jawab huntara PT Haza Gemilang Abadi, Kevin Hasiolan Pasaribu di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat.

Ia mengatakan setiap rumah dibangun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Pemkab Tapanuli Utara berdiri di atas tanah seluas 24 meter persegi dengan konsep rumah tumbuh yang berlokasi sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan, Sumatera Utara.

Menurut dia, jika pemerintah ingin mengubah menjadi hunian tetap sangat memungkinkan karena ada ruang di depan rumah ini seluas empat meter yang dapat dikembangkan sebagai hunian tetap.

Selain itu, huntara ini dibangun menggunakan struktur beton atau yang dikenal panel beton dengan mutu K275 yang merupakan beton kelas II (menengah) yang digunakan untuk konstruksi struktural seperti pelat lantai, balok, kolom dan pondasi bangunan bertingkat atau rumah tinggal, serta jembatan ringan.

Baca juga: Penyintas banjir bandang Palembayan Agam siap tempati huntara

Untuk dinding dibuat dari material glassfiber reinforced cement (GRC) atau beton bertulang serat kaca yang merupakan campuran semen, pasir, air dan serat kaca yang membentuk papan ringan, kuat, tahan lama, tahan air, api dan rayap.

Untuk atap huntara menggunakan baja ringan yang berkualitas, untuk menahan terik matahari dan hujan.

“Meski dibangun cepat kualitas rumah ini terjamin,” kata dia.

Kevin menjelaskan saat ini ada tiga unit huntara yang belum berdiri dan secara perlahan target ini dapat direalisasikan.

“Kami optimistis akhir bulan ini huntara sudah dapat ditempati warga,” kata dia.

Baca juga: AHY: Pemulihan korban bencana sumatera harus dimulai dari rumah

Menurut dia, pekerjaan ini dimulai sejak 25 Desember 2025 dan bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mewujudkan lokasi dan bangunan ini.

“Kami bertanggungjawab hanya untuk bangunan saja. Huntara ini memiliki satu ruang tamu, satu kamar dan satu kamar mandi,” kata dia.

Warga Sibalanga Julu, Roslina Nasution mengaku pengerjaan huntara ini termasuk cepat dan dirinya berharap rumah ini segera ditempati para korban.

“Kami berharap ini cepat sehingga korban dapat menempati huntara ini. Untuk nama-nama orangnya terdata di kantor desa,” kata dia.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |