Jakarta (ANTARA) - Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Senin (02/02), dipicu akumulasi berbagai sentimen negatif.
Ia menjelaskan sentimen negatif tersebut di antaranya kekhawatiran pelaku pasar terhadap arus keluar dana asing (foreign outflow), yang merupakan efek lanjutan isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Pelemahan dipicu oleh akumulasi sentimen negatif, terutama kekhawatiran investor terhadap arus dana asing, efek lanjutan isu MSCI," ujar Reydi saat dihubungi di Jakarta, Senin.
Selain itu, Reydi mengatakan bahwa pengunduran diri petinggi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), telah menyebabkan pelaku pasar cenderung memilih melepas posisi untuk mengamankan risiko.
Ia menjelaskan IHSG berada dalam fase tekanan lanjutan pada perdagangan hari ini, setelah guncangan sentimen beberapa hari terakhir.
"Penurunan 4-5 persen mencerminkan pasar masih berada di mode bertahan, dengan volatilitas tinggi dan minimnya minat beli di awal sesi," ujar Reydi.
Ia memproyeksikan sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan selanjutnya pada hari ini, di antaranya dipengaruhi oleh stabilisasi atau tidaknya tekanan jual di saham big cap.
Apabila tekanan jual investor asing mereda, menurutnya, peluang technical rebound terbuka, namun demikian, apabila aksi jual investor asing berlanjut maka IHSG masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan tekanan lanjutan.
"Jika tekanan jual mulai mereda, peluang technical rebound terbuka," ujar Reydi.
Pada Senin sore ini, Otoritas Jasa Keuangan bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan melangsungkan pertemuan secara dalam jaringan (daring) dengan pihak MSCI, yang akan membahas terkait dengan kebutuhan MSCI terhadap pasar saham Indonesia.
Data perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini pukul 11.30 WIB, IHSG bergerak melemah 422,80 poin atau 5,08 persen ke posisi 7.906,79.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.966.580 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 34,13 miliar lembar saham senilai Rp18,06 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 723 saham menurun, dan 32 tidak bergerak nilainya.
Baca juga: Kiwoom optimistis IHSG menguat seiring aksi reformasi pasar modal
Baca juga: Pasar saham diproyeksikan pulih perlahan pekan depan
Baca juga: Bertemu MSCI Senin, BEI komitmen tingkatkan transparansi-tata kelola
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































