Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) melakukan uji coba cairan "Eco Lindi" guna menetralisasi bau sampah di dua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) wilayah Kecamatan Tambora, Minggu.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menyatakan bahwa penerapan inovasi ini diharapkan menjadi solusi efektif dalam mengatasi persoalan bau serta pengelolaan sampah di wilayahnya.
"Eco Lindi ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan bau. Kita akan lihat dalam beberapa waktu, pastinya ini akan terjadi perubahan yang signifikan, khususnya mengenai masalah bau dan bagaimana kita bisa mengelola sampah dari sumber dengan lebih efektif," ujar Iin di Jakarta.
Adapun Eco Lindi merupakan cairan penetral bau sampah ramah lingkungan yang terbuat dari fermentasi air lindi (cairan limbah TPA), molase (air tebu), asam sulfat, dan katalis organik.
Uji coba perdana ini dilakukan di depo sampah Kelurahan Duri Utara dengan pendampingan langsung dari tim Kabupaten Sidoarjo.
Iin menjelaskan, Kecamatan Tambora dipilih sebagai lokasi percontohan pertama karena memiliki karakteristik wilayah yang padat dan menghasilkan jenis limbah yang spesifik.
"Tambora memiliki kepadatan penduduk tertinggi dan keterbatasan lahan untuk TPS. Selain itu, Tambora memiliki potensi sampah dari limbah industri konveksi. Jika tidak diolah dengan baik, ini akan menjadi persoalan," jelasnya.
Setelah Tambora, Pemkot Jakbar berkomitmen untuk menerapkan penggunaan Eco Lindi di tujuh kecamatan lainnya secara bertahap, dibarengi dengan koordinasi dan sosialisasi mengenai teknologi tersebut.
Sementara itu, penemu cairan Eco Lindi, Rania Naura Anindhita, mengungkapkan bahwa inovasi ini telah ia kembangkan sejak bangku kuliah sekitar 4,5 tahun lalu dan kini sudah diterapkan di lebih dari tujuh TPA di Indonesia.
"Bahan utamanya adalah air lindi. Tujuannya membuat air lindi yang ramah lingkungan dengan memicu proses katalisis agar sampah tidak bau, tidak menghasilkan gas metana, dan tidak mengundang lalat," papar Rania.
Ia juga memastikan bahwa cairan formulasi ini aman bagi lingkungan berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan.
"Untuk keamanannya saya cukup percaya diri karena sudah dipraktikkan. Bahkan saat dieksperimenkan pada tanaman dan kolam ikan, tanaman serta ikannya tidak mati," pungkasnya.
Baca juga: Pemkot Jakbar himpun 78 ekor hewan kurban untuk disalurkan
Baca juga: Pemkot Jakbar siap sebar 55 hewan kurban untuk Idul Adha
Baca juga: Rawan begal, Forkopimko Jakbar akan pasang CCTV di sejumlah titik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































