Jakarta (ANTARA) - Juara empat kali Grand Slam lapangan tanah liat Roland Garros Iga Swiatek tersingkir pada babak keempat French Open 2026 setelah kalah dari peringkat 15 dunia Marta Kostyuk, Minggu.
Kostyuk, yang mematahkan servis Swiatek enam kali, menuju perempat final di Paris untuk pertama kalinya dengan kemenangan 7-5, 6-1.
"Dia tidak terlalu menyulitkan saya dengan servis pertama hari ini," kata Kostyuk usai pertandingan dikutip dari WTA.
"Saya hanya mengembalikan semua servis, dan tidak mudah bermain melawan seseorang yang mengembalikan semua servis Anda dan memberi banyak tekanan pada Anda di servis kedua."
Kelemahan Swiatek adalah 39 kesalahan sendiri, tiga kali lebih banyak daripada 13 pukulan winner-nya, dan tingkat kemenangan 45 persen untuk poin servis pertama.
"Seiring berjalannya pertandingan, dia semakin merasakan tekanan," ujar Kostyuk.
"Sehingga servisnya menjadi lebih putus asa dalam artian dia akan melakukan servis lebih keras atau membuat lebih banyak kesalahan ganda atau sebenarnya melakukan servis lebih lambat, sehingga saya punya lebih banyak waktu untuk maju."
Baca juga: Swiatek dan Svitolina melaju, Rybakina tersingkir
Kostyuk tetap tak terkalahkan di lapangan tanah liat musim ini. Dia memiliki catatan 15-0 di turnamen WTA Tour, dengan dua gelar, ditambah kemenangannya di Billie Jean King Cup pada April, catatan menjadi 16-0.
Petenis Ukraina itu telah mencapai perempat final WTA tingkat lapangan tanah liat ketiganya musim ini selain di Rouen dan Madrid. Sebelumnya, ia hanya mencapai dua perempat final dalam kariernya, yakni Istanbul 2021 dan Stuttgart 2024.
Kostyuk menjadi petenis kelima abad ini yang memenangi 16 pertandingan pertamanya di lapangan tanah liat, bergabung dengan Venus Williams (2004), Serena Williams. (2012, 2023), Justine Henin (2005) dan Swiatek (2022).
Kostyuk kini memiliki catatan 6-3 melawan petenis top 10 musim ini, dengan hanya Elina Svitolina dan Elena Rybakina yang memiliki lebih banyak kemenangan, yakni masing-masing tujuh.
Sebelumnya, petenis nomor tiga dunia Swiatek telah menemukan ritmenya kembali setelah merekrut Francisco Roig. Namun, petenis Polandia itu tak mampu menghalau Kostyuk yang sedang dalam performa terbaiknya dengan meraih gelar di Rouen dan Madrid.
"Saya rasa servis adalah pukulan yang paling rumit," ujar Swiatek.
Baca juga: Marta Kostyuk ogah jabat tangan petenis Rusia dan Belarus
"Jika ada sesuatu yang akan sedikit berantakan di bawah tekanan, saya rasa itu adalah servis, kemudian pergerakan, dan kemudian salah memukul semuanya. Saya rasa itu terjadi hari ini."
Selanjutnya pada perempat final, Kostyuk akan bertemu dengan rekan senegaranya Svitolina yang mengalahkan petenis Swiss Belinda Bencic dengan kemenangan comeback 4-6, 6-4, 6-0.
Meskipun kalah di set pertama, Svitolina tampak dominan di sisa pertandingan, memenangi tujuh gim terakhir termasuk sapu bersih di set ketiga.
Svitolina, yang berusia 31 tahun, menjadi pemain tertua sejak Serena Williams pada 2016 yang mencapai perempat final tunggal di Roma dan Roland Garros dalam musim yang sama.
"Saya merasa ketika bermain di tahap akhir turnamen, Anda harus memberi diri Anda kesempatan yang baik untuk bermain, untuk bersaing," ujar Svitolina.
"Saya berhasil. Saya sangat senang dengan penampilan saya, saya menjadi pesaing yang baik."
Kostyuk dan Svitolina berbagi kemenangan dalam kedua pertemuan mereka. Kostyuk menang di Toronto pada 2024 dan Svitolina memenangi pertemuan pertama pada Australian Open 2018.
Kali ini, Kostyuk akan mencapai semifinal Grand Slam pertamanya, sementara Svitolina mengincar semifinal keduanya musim ini.
— Roland-Garros (@rolandgarros) May 31, 2026Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































