Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melakukan mediasi untuk menyiapkan langkah koordinasi menindaklanjuti aspirasi dan tuntutan pengungsi Rohingya di Kota Pekanbaru yang meminta kenaikan biaya hidup dan perbaikan fasilitas.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau Bobby Rachmat mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan International Organization for Migration (IPM) dan United Nation High Comissioner for Refugees (UNHCR).
"Upaya ini dilakukan guna menjaga stabilitas sosial sekaligus mencegah potensi konflik di tengah masyarakat," katanya di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan hal ini dilakukan menindaklanjuti unjuk rasa yang dilakukan sejumlah pengungsi Rohingya beberapa waktu lalu. Mereka menyampaikan keluhan terkait bantuan biaya hidup dan kondisi fasilitas tempat tinggal.
Bobby mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan IOM agar hal tersebut dapat disosialisasikan terlebih dahulu kepada para pengungsi guna memitigasi timbulnya konflik sosial di masyarakat.
"Penanganan pengungsi diharapkan dilakukan dengan memperhatikan aspek kemanusiaan sekaligus kondisi masyarakat sosial setempat. Melalui koordinasi dan mediasi ini diharapkan aspirasi pengungsi dapat dipahami dan dicari solusi tanpa dapat menimbulkan dampak sosial di daerah," ujarnya.
Sebelumnya sekitar seratusan pengungsi Rohingya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bandar Serai, Komplek MTQ Pekanbaru. Para pengungsi membentangkan spanduk berisi sejumlah tuntutan.
Di antaranya bantuan medis mendesak, dukungan tunai yang memadai, pendidikan bagi anak-anak Rohingya, tempat tinggal dan kondisi hidup yang layak, serta akses transportasi ke layanan publik.
Saat unjuk rasa tersebut, salah seorang demonstran Nuriamin mengatakan bantuan bulanan kini Rp1,05 juta untuk individu, Rp1,7 juta untuk keluarga, dan Rp2,3 juta untuk keluarga satu anak.
."Dengan uang begitu kami tidak bisa mencukupi kebutuhan," ujarnya.
Baca juga: Menko Polkam berkontribusi redam konflik Rohingnya dan Myanmar
Baca juga: Pemko Pekanbaru alami kendala pindahkan 277 pengungsi Rohingnya
Baca juga: PBB serukan aksi bersama di kawasan untuk lindungi pengungsi Rohingya
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































