Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memperbanyak penyediaan ruang laktasi di berbagai ruang publik demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang ramah anak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengakui ruang laktasi merupakan salah satu hal yang masih banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
“Saya mendapatkan banyak masukan untuk ruang laktasi di kantor-kantor, terutama juga fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta. Memang belum secara optimal,” ucap Pramono di Balai Kota, Jakarta, Senin.
Kendati demikian, dia terus mendorong agar ruang laktasi semakin banyak tersedia di ruang publik maupun perkantoran.
Salah satunya, dia memberi contoh Perpustakaan Nyi Ageng Serang yang kini juga telah dilengkapi ruang laktasi.
Dengan begitu, diharapkan para ibu dan anak yang berkunjung ke ruang publik merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya fasilitas ruang laktasi.
“Karena memang itulah yang dibutuhkan sebagai kota global. Tentunya, kami juga mempersiapkan itu. Jadi, untuk ruang laktasi, ini akan menjadi gerakan bagi siapa pun yang ingin membuka ruang publik, maka ruang laktasi juga dipersiapkan, sebab Jakarta harus menjadi provinsi yang ramah, nyaman bagi anak-anak,” ungkap Pramono.
Baca juga: Jaksel tingkatkan layanan ruang laktasi dan fasilitas disabilitas
Baca juga: Pemkot Jakut beri edukasi pencegahan kekerasan anak saat MPLS
Baca juga: DKI perkuat peran orang tua lindungi anak dari kekerasan
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































