Pemprov Banten siapkan penginapan bagi jurnalis meliput di posko SAR

1 week ago 8
Kita juga sudah buat dapur umum yang melayani kebutuhan logistik...

Tangerang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten mendirikan dapur umum serta menyiapkan fasilitas penginapan bagi para jurnalis yang meliput dan memantau perkembangan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat (speedboat) yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Gubernur Banten Andra Soni, mengatakan fasilitas penginapan tersebut berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura), yang berjarak kurang dari satu kilometer atau sekitar tiga menit dari Posko SAR.

"Kita juga sudah buat dapur umum yang melayani kebutuhan logistik tim SAR gabungan, relawan, jurnalis, serta keluarga korban," Gubernur Andra dalam keterangannya di Pandeglang, Jumat.

​Meski demikian, Gubernur Andra menegaskan bahwa proses teknis pencarian tetap berada di bawah kendali dan kewenangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Pemprov Banten akan terus berkoordinasi dan menyokong kebutuhan selama operasi berlangsung.

​“Kita percayakan proses teknis pencarian kepada Basarnas. Kita ikhtiarkan bersama, kita koordinasikan semua yang bisa dibantu, dan tentunya terus mendoakan agar seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat,” tuturnya.

Baca juga: ANTARA gelar doa bersama bagi keselamatan jurnalis yang hilang kontak

Gubernur Andra juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah menanti kabar. ​“Pemprov Banten akan terus mendukung sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang kami miliki. Kami ingin keluarga, tim SAR, relawan, dan teman-teman jurnalis yang bertugas di lapangan mendapatkan dukungan penuh,” kata Gubernur Andra.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menegaskan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten saat peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan dioptimalkan selama tujuh hari. Hal tersebut sesuai dengan standar pedoman internasional International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

Sementara itu, hingga hari ketiga operasi pencarian pengerahan kekuatan gabungan terus digencarkan secara masif dan terkoordinasi dengan melibatkan unsur lintas instansi.

"Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya," jelasnya.

Baca juga: TNI AL: Temuan life jaket masih menunggu hasil identifikasi tim

Ia menerangkan, untuk cakupan area pencarian laut saat ini terus diperluas menjadi enam sektor, meningkat dari tiga sektor pada hari pertama dan lima sektor pada hari kedua.

Selain itu, untuk mendukung percepatan operasi ini tim SAR gabungan mengerahkan sedikitnya 11 kapal utama dari berbagai unsur, mulai dari KRI milik TNI Angkatan Laut, kapal Polairud Polri, kapal milik Basarnas, hingga kapal-kapal pendukung dari potensi SAR lainnya.

"Kekuatan tersebut didukung oleh lebih dari 300 personel inti yang siaga di posko maupun di lapangan," ucapnya.

Baca juga: Basarnas: Belum ada tanda penemuan jurnalis di Pulau Sertung

Baca juga: Dirpem ANTARA apresiasi penambahan personel cari jurnalis hilang

Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |