Serang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan langkah darurat sekaligus penanganan jangka menengah untuk mengatasi banjir berulang yang melanda Padarincang, Kabupaten Serang, dengan fokus pada normalisasi Sungai Cidanau dan penguatan koordinasi lintas instansi.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan yang dilakukannya ke wilayah terdampak banjir beberapa hari sebelumnya, sekaligus hasil dialog langsung dengan warga yang telah berulang kali terdampak genangan.
“Hari ini kami menindaklanjuti kunjungan lapangan saya pada hari Jumat (19/12) lalu ke satu desa di daerah Padarincang yang mengalami banjir,” kata Andra di Kota Serang, Selasa.
Baca juga: Bencana hidrometeorologi landa 21 desa di Kabupaten Serang
Dalam dialog tersebut, Andra menyebut masyarakat menyampaikan kajian lokal mengenai penyebab banjir, termasuk masukan teknis terkait langkah konkret yang dinilai paling efektif untuk mencegah banjir kembali terjadi.
“Bukan miskomunikasi, tetapi komunikasi yang harus kita luruskan dan sempurnakan antara masyarakat dengan pemerintah, juga antar-pemerintah,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov Banten mendorong koordinasi lintas instansi yang memiliki kewenangan di kawasan tersebut, mulai dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), hingga perangkat daerah, seperti Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Banten.
“Insya Allah kita akan melakukan penanganan banjir ini secara komprehensif, mulai dari hulu, tengah dan hilir,” kata Andra.
Meski anggaran tahun berjalan telah memasuki tahap akhir, Andra menegaskan penanganan jangka pendek tetap harus dilakukan, terutama langkah-langkah yang berdampak langsung dan cepat dirasakan masyarakat.
“Kita sudah memutuskan untuk meminta kepada BBWSC3 maupun BKSDA untuk berkoordinasi dan melakukan upaya penanganan yang berdampak pada masyarakat. Salah satu prinsipnya, tahun depan enggak boleh daerah situ banjir lagi,” tegasnya.
Dalam konteks jangka pendek, Pemprov Banten mulai melakukan pengerukan dan normalisasi Sungai Cidanau di sejumlah titik yang mengalami sedimentasi, dengan pengerahan alat berat yang disesuaikan kondisi lapangan.
Baca juga: Gubernur Banten dorong penanganan terpadu banjir Cigelam dari hulu
“Hari ini alat dikirim. Sebenarnya alat sudah dikirim, tapi masyarakat menyampaikan yang tepat itu ekskavator amfibi dan dikirimnya lokasinya di sini. Jadi, tidak boleh nebak-nebak lagi,” ujar Andra.
Selain pengerukan sungai, penanganan darurat juga mencakup pengelolaan sampah dan sedimen sungai dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di akhir tahun anggaran, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Serang untuk memastikan alur pembuangan material berjalan lancar.
Sementara untuk jangka menengah hingga panjang, Andra mengungkapkan Pemprov Banten telah mengirimkan surat kepada Kementerian Pekerjaan Umum guna meminta dukungan pendanaan bagi BBWSC3 agar penanganan Sungai Cidanau dapat dilakukan secara menyeluruh.
Menurutnya, banjir yang berulang di Padarincang tidak hanya disebabkan oleh persoalan di satu titik, tetapi juga akumulasi sedimentasi serta perubahan fungsi lahan di kawasan hulu dan sekitarnya.
“Di satu sisi bagus buat ketahanan pangan, tapi di sisi lain, apakah ini mempengaruhi alam, seperti banjir dan sebagainya. Itu tidak bisa kita jawab sekarang, kita harus lakukan kajiannya bersama,” kata Andra merujuk pada temuan lahan persawahan sekitar 1.350 hektare di kawasan Cagar Alam Rawa Danau.
Ia menegaskan kajian bersama tersebut penting agar kebijakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem kawasan konservasi.
Perwakilan warga Padarincang Karmana mengatakan masyarakat telah lama mengalami banjir rutin akibat pendangkalan Sungai Cidanau, bahkan sepanjang tahun ini banjir tercatat terjadi hingga empat kali.
Baca juga: Gubernur Banten tekankan normalisasi sungai Cikalumpa tekan banjir
Baca juga: Penanganan banjir Padarincang-Ciomas diprioritaskan jelang Nataru
“Tahun ini saja sudah empat kali banjir yang disebabkan dengan adanya pendangkalan Sungai Cidanau,” kata Karmana.
Ia berharap kesepakatan normalisasi sungai yang dibahas bersama Pemprov Banten, BBWSC3 dan BKSDA dapat segera direalisasikan agar genangan yang masih terjadi di sejumlah kampung, termasuk Kampung Sukamaju bisa segera surut.
“Cidanau ini dari dulu tidak pernah terjamah normalisasi,” ujarnya.
Pemprov Banten memastikan penanganan banjir Padarincang akan terus dikawal melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah dan masyarakat, dengan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































