Solo (ANTARA) - Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani memimpin kirab Festival Jenang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-281 Kota Solo yang diselenggarakan di kawasan Selasar Ngarsopuro, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tradisi tersebut diikuti oleh ribuan warga, tidak hanya dari Kota Solo tetapi juga luar kota. Kali ini, panitia membagikan sebanyak 15.000 porsi jenang kepada masyarakat.
Pembagian tersebut melibatkan partisipasi kecamatan, kelurahan, hotel, hingga berbagai organisasi masyarakat.
Astrid mengatakan Festival Jenang bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga sarat makna filosofis dalam budaya Jawa.
Ia mengatakan jenang dipercaya sebagai simbol doa dan permohonan keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Dalam kebudayaan Jawa, jenang menjadi simbol doa dan harapan keselamatan. Filosofi kelengketan jenang ini menggambarkan harapan agar masyarakat Solo tetap guyub rukun, adem ayem saklawase,” katanya.
Baca juga: Solo perkuat predikat sebagai kota wisata kuliner
Sebelum penyelenggaraan Festival Jenang, kata dia, Pemkot Surakarta telah melaksanakan upacara tradisi di Stadion Sriwedari.
“Alhamdulillah, dalam rangka memperingati HUT Ke-281 Kota Solo, tadi kami telah melaksanakan upacara tradisi di Stadion Sriwedari dan semuanya berjalan lancar. Setelah itu dilanjutkan dengan Festival Jenang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Festival Jenang Heru Dwi Hartanto mengatakan konsep tahun ini mengusung semangat berbagi dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Konsepnya ada dua jenis, yakni Pasar Jenang berbayar dan pembagian gratis untuk warga, sehingga masyarakat luar kota pun tetap bisa menikmati,” katanya.
Ia mengatakan festival ini berdampak positif bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata karena sebagian besar jenang diproduksi oleh UMKM lokal, sehingga meningkatkan penjualan dan perputaran ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan Festival Jenang pada tahun ini mengusung tema Nirmala Nusantara sebagai simbol harapan agar Indonesia senantiasa terhindar dari musibah dan semakin kuat dalam persatuan budaya.
Baca juga: Sejumlah makanan tempo dulu ramaikan festival kuliner di Solo
Heru menambahkan, pembagian 15.000 jenang menjadi simbol berbagi dalam perayaan Hari Jadi Kota Solo sekaligus bentuk pelestarian kuliner tradisional.
Pewarta: Teguh Imam Wibowo
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































