Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) meningkatkan penataan Kawasan bantaran Sungai Kahayan sebagai upaya untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai.
"Program ini juga merupakan upaya kita untuk mencari solusi bagi masyarakat di bantaran sungai agar tetap beraktivitas ekonomi di situ, dan bertempat tinggal secara legal mengingat bantaran sungai merupakan kawasan jalur hijau," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di Palangka Raya, Selasa.
Pernyataan itu diungkapkan Wali Kota Palangka Raya dua periode ini, pada acara penyampaian paparan kondisi dan pengembangan infrastruktur Kota Palangka Raya kepada Kepala Staf Kepresidenan RI, Muhammad Qodari di Ruang Rapat Petang Karuhei I Kantor Wali Kota Palangka Raya.
Fairid menerangkan, pada penataan kawasan bantaran Sungai Kahayan tersebut, master plan program dibagi menjadi tujuh zonasi. Zona pertama terkait penataan ruang sosial dan publik, komersil, museum wisata amphitheater dan promenade. Zona kedua relokasi pemukiman, komersil, fasilitas umum dan sosial, RTH (ruang terbuka hijau) dan limbah sungai serta promenade.
Baca juga: Besei Kambe jadi unggulan dalam FBIM Kalteng 2025
Zona ketiga adalah city center, komersil dan promenade. Zona keempat adalah relokasi permukiman, wisata kuliner dan promenade. Zona kelima adalah relokasi permukiman, budidaya perikanan dan promenade.
Selanjutnya zona keenam adalah relokasi permukiman dan promenade dan zona ketujuh adalah mice, teras kota Palangka Raya dan promenade.
Program ini direncanakan dilaksanakan dengan total rencana anggaran mencapai Rp200,67 miliar lebih. Pada 2027 dilaksanakan pekerjaan dinding penahan tanah dan timbunan, pekerjaan koridor promenade dan pekerjaan koridor penghubung. Pada 2028 dilaksanakan pekerjaan dermaga waterfront, theater hall dan parking area dan pada 2029 dilaksanakan pekerjaan public spade, mekanikal, elektrikal dan plumbing.
Fairid Naparin, melalui KSP Muhammad Qodari meminta dukungan pemerintah pusat dalam menyukseskan program pembangunan dan pengembangan Kota Palangka Raya, mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah daerah di tengah efisiensi.
Baca juga: Basarnas Palangka Raya hentikan pencarian korban tenggelam di sungai
Kepala Staf Kepresidenan mengatakan bahwa penataan bantaran sungai harus dilakukan secara komprehensif dengan fokus utama pada perbaikan kualitas kehidupan masyarakat, terutama yang tinggal dan beraktivitas di Kawasan tersebut.
“Di kawasan itu terdapat permukiman yang masih tergolong kumuh. Sehingga perlu penataan agar kualitas rumah, lingkungan, dan kehidupan warganya bisa meningkat. Selain itu, karena secara fungsi merupakan kawasan hijau, ke depan harus ditata agar kondisi sungai dan lingkungannya juga menjadi lebih baik,” katanya.
Dia menambahkan, pembangunan "waterfront city" di bantaran Sungai Kahayan ini tidak boleh hanya berorientasi pada aspek fisik semata, tetapi harus menyentuh persoalan sosial yang ada di masyarakat.
“Pendekatan utamanya adalah penyelesaian masalah sosial. Saat ini masih tahap diskusi awal dan akan berlanjut ke pembahasan berikutnya. Intinya, bagaimana kualitas dan kondisi Kota Palangka Raya bisa semakin meningkat,” kata Qodari.
Baca juga: Dua sungai meluap, Palangka Raya tanggap darurat banjir selama sepekan
Pewarta: Rendhik Andika
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































