Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk sharing perluasan lahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi, di Mataram, Kamis, mengatakan alokasi anggaran itu untuk perluasan lahan TPA seluas 3.200 meter persegi dengan total anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp4,2 miliar lebih.
"Dari jumlah itu, kami bagi tiga yakni Pemerintah Provinsi NTB sebesar 40 persen, Kota Mataram 40 persen dan Lombok Barat 20 persen," katanya.
Perluasan lahan TPA Kebon Kongok sebagai salah satu solusi penanganan sampah di Kota Mataram yang saat ini sudah berstatus darurat sampah sehingga diharapkan dengan adanya perluasan lahan TPA, ritase pembuangan sampah bisa kembali normal dari satu ritase saat ini menjadi empat ritase.
Ia mengatakan, perluasan lahan TPA 3.200 meter persegi itu akan dilakukan dalam dua tahap. Untuk tahap pertama atau penanganan jangka pendek yaitu seluas 400 meter persegi.
"Lahan tersebut ditargetkan bisa digunakan untuk satu bulan ke depan. Sedangkan sisanya untuk jangka menengah seluas 2.800 meter persegi akan diupayakan secepatnya," kata dia.
Denny mengatakan, lahan yang akan difungsikan tahap awal seluas 400 meter persegi dan saat ini sedang dilakukan penyiapan lahan dengan di talud yang ditargetkan pada akhir bulan Januari 2026.
Baca juga: DLH Mataram targetkan 650 ton sampah di TPST tuntas terangkut ke TPA
Dengan penambahan lahan pada tahap awal, maka pembuangan akan kembali normal yaitu empat ritase dalam sehari. Saat ini ritase pembuangan ke TPA dibatasi hanya satu ritase sehari, akibatnya terjadi penumpukan sampah bahkan seluruh TPS (tempat penampungan sementara) di Kota Mataram sudah kelebihan kapasitas.
"Sembari menunggu penyiapan lahan, kami bertahan untuk memakai skema darurat sampah yang ada," katanya.
Setelah tiga bulan, lahan seluas 2.800 meter persegi selanjutnya kembali disiapkan dan diprediksi lahan tersebut bisa digunakan selama enam bulan dengan estimasi sampah per hari yaitu 350 ton.
"Sedangkan untuk rencana jangka panjang, luas lahan yang disiapkan 4.600 meter persegi dan diprediksi bisa untuk menampung sampah hingga sekitar 2,5 tahun," katanya.
Ia mengatakan, untuk besaran sharing anggaran itu disesuaikan dengan jumlah sampah yang dibuang ke TPA. Karena jumlah sampah dari Kota Mataram diklaim lebih besar dari Lombok Barat sehingga anggaran yang dibebankan ke Pemkot Mataram lebih besar yakni 40 persen.
"Lombok Barat dianggap lebih sedikit membuang sampah ke TPA Kebon Kongok sehingga sharing anggaran 20 persen dan Provinsi NTB 40 persen untuk biaya operasional di TPA," katanya.
Baca juga: Program pemilahan sampah Kota Mataram kurangi volume sampah di TPA
Namun demikian, kata Denny, dana sharing tersebut akan dibayarkan lebih dahulu oleh Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram akan mengganti setelah APBD perubahan 2026.
Pewarta: Nirkomala
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































