Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat deteksi dini untuk keamanan wilayah lewat bimbingan teknis (bimtek) Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).
"Bimtek digelar dalam rangka memberikan pembinaan, mengingatkan tugas-tugas FKDM tentang pentingnya menjaga keamanan, dan ketertiban," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Kantor Walikota Jakarta Timur, Kamis.
Menurut Kusmanto, kegiatan yang diikuti 98 FKDM se-Jakarta Timur ini dapat menjadi mata dan telinga pemerintah untuk memberikan informasi hal-hal kecil yang bersifat gangguan, agar pemerintah bisa mendapatkan informasi yang akurat.
"Saya mengapresiasi Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur yang terus memperkuat kapasitas FKDM melalui kegiatan ini. Saya berharap ilmu yang diperoleh dari para narasumber dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas di lapangan," jelas Kusmanto.
Selain itu, Kusmanto berharap, FKDM dapat menjadi forum yang profesional, adaptif, responsif, dan mampu menjawab tantangan zaman melalui deteksi dini, cegah dini, lapor cepat, dan penyelesaian masalah secara kolaboratif.
"Semoga dengan semangat kebersamaan tersebut kita dapat mewujudkan Jakarta Timur yang aman, tertib, harmonis, serta mendukung visi Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing dan berbudaya," ucap Kusmanto.
Adapun penyelenggaraan kewaspadaan dini telah diamanatkan dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 138 Tahun 2019 yang bertujuan meningkatkan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat dalam memelihara stabilitas keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jakarta Timur Eliazer Hutapea, Ketua FKDM Kota Jakarta Timur Achmad Firdaus, narasumber Hartono Pribadi Sastra, dan Tenaga Ahli Staf Khusus Gubernur Bidang Pemerintahan Mohammad Hikari Ersada.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) memperkuat peran warga dalam melakukan pemantauan keberadaan orang asing, organisasi masyarakat (ormas) asing, dan tenaga kerja asing (TKA).
Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam mengawasi kondisi di lingkungan masing-masing, terutama seiring dengan perkembangan Jakarta sebagai kota global.
Terutama pengelola apartemen, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), RW, RT, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang perlu diberikan edukasi dalam rangka ikut aktif menjaga keamanan wilayah.
Baca juga: Pemkot Jaktim bentuk FKDM jadi duta garda terdepan deteksi dini
Baca juga: Jakbar gelar tes narkoba untuk ratusan anggota FKDM
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































