Pemkot Jaksel prediksi harga ayam naik jelang Nataru

1 month ago 28

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memprediksi harga ayam mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

"Terpantau ada kenaikan harga pada komoditas ayam, yakni kenaikan sekitar Rp5 ribu hingga Rp8 ribu/ekor," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar saat ditemui di Pasar Santa Jakarta, Senin.

Berdasarkan statistik harga yang disajikan laman Informasi Pangan Jakarta pada Senin, harga ayam ras dibanderol Rp45.600 per ekor di Jakarta Selatan.

Anwar memastikan pemerintah berupaya memastikan pasokan ayam tetap tersedia dan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat.

Menurut dia, dengan adanya pengawasan stabilitas dan ketersediaan pangan, diharapkan masyarakat aman serta terhindar dari zat berbahaya dalam makanan.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan momentum Nataru untuk mengambil keuntungan yang tidak wajar," ucapnya.

Baca juga: Stok pangan Jakarta aman hingga Januari 2026

Ke depannya, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stok dan distribusi tetap aman terutama di musim penghujan.

"Kami tidak ingin kendala cuaca dijadikan alasan untuk menghambat distribusi pangan. Sesuai instruksi Bapak Gubernur, sidak di pasar-pasar harus rutin dilakukan guna menjamin ketersediaan dan harga pangan," ucapnya.

Sementara itu, Kasudin Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan, Ridho Sosro menambahkan komoditas lainnya yang diprediksi mengalami kenaikan harga yakni cabai dan ikan.

"Kalau komoditas tertentu seperti mungkin karena kebutuhan juga ya, seperti cabai rawit merah itu memang ada kenaikan sedikit. Kemudian daging ayam dan ikan juga ada kenaikan," ucap Ridho.

Untuk komoditas cabe rawit merah di Jakarta Selatan dibanderol dengan harga Rp81 ribu/kg dan cabe merah keriting Rp58 ribu/kg. Sedangkan, untuk ikan bandeng seharga Rp38.750/kg, ikan mas seharga Rp36.800/kg, dan ikan lele seharga Rp28.400/kg.

Pada tahun 2025, Sudin KPKP Jakarta Selatan sudah melakukan pengawasan dan monitoring di 28 pasar, baik tradisional ataupun modern di 10 kecamatan se-Jakarta Selatan.

Baca juga: Harga daging ayam di Pasar Tomang Jakbar naik drastis jelang Natal

Pengawasan itu dilakukan dua kali dalam satu tahun dengan target total 728 sampel, terdiri atas 616 sampel pertanian dan 112 sampel peternakan.

Pengawasan pangan dilakukan untuk memastikan produk pertanian dan peternakan yang beredar di pasar aman dikonsumsi masyarakat, termasuk pemeriksaan kandungan residu pestisida, formalin, boraks, bahan berbahaya lainnya serta uji kualitas produk hewani.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |