Pemkot Jaksel beserta jajaran kerja bakti untuk meminimalisir banjir

3 weeks ago 11

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) beserta seluruh jajaran melaksanakan kerja bakti untuk meminimalisir terjadinya genangan atau banjir di pemukiman warga.

"Sebagaimana kita ketahui, kemarin terjadi hujan selama satu hari dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kami memantau masih terdapat genangan-genangan atau penyumbatan pada tali air dan saluran. Oleh karena itu, hari ini kita bekerja untuk memastikan itu dapat diatasi ke depannya," kata Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar saat meninjau kerja bakti serentak di wilayah Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa.

Dia mengatakan kerja bakti serentak Jaga Jakarta itu merupakan langkah pembersihan pascahujan lokal, bukan banjir kiriman.

Menurut dia, banjir kiriman dari luapan kali memang agak sulit dikendalikan secara instan, namun kerja bakti yang dilakukan pada hari ini diharapkan dapat melindungi warga dari potensi banjir akibat penyumbatan, terutama pada sarana dan prasarana milik Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, saat turun hujan.

Terkait genangan yang kerap melanda kawasan Kelurahan Petogogan, dia menduga itu terjadi karena ukuran Kali Krukut yang mengecil akibat okupasi oleh masyarakat atau digunakan oleh warga.

"Jadi, selain kerja bakti hari ini, kita upayakan memasang tanggul sementara di dekat pintu air Pulo Raya. Pintu air tersebut harus kita beri tanggul karena limpahan air dari sana sangat besar. Setidaknya, ini dilakukan untuk meminimalisir genangan banjir di permukiman warga Petogogan," ujar Anwar.

Sementara itu, Kepala Sudin SDA Jakarta Selatan Santo memaparkan dalam kerja bakti massal yang difokuskan pada pengurasan saluran air di Kelurahan Petogogan itu, sebanyak 160 personel dikerahkan beserta perlengkapan manual.

"Total 160 petugas gabungan, yakni rinciannya 80 personel SDA, 10 personel Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja), masing-masing lima personel Bina Marga, Lingkungan Hidup dan Pertamanan, serta 50 personel PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum)," ungkap Santo.

Lebih lanjut, dia menuturkan kawasan Petogogan itu difokuskan pada pengerukan kali sehingga dapat menampung debit air saat curah hujan tinggi.

Baca juga: Sudin SDA Jaksel pastikan banjir di sejumlah titik sudah surut

Baca juga: Jaksel beri bantuan warga terdampak banjir di Jalan NIS

Baca juga: BPBD DKI siapkan pengungsian dan perahu bagi warga di Jalan NIS

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |