Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat (Jakbar) melakukan evaluasi terhadap permasalahan banjir yang kerap terjadi di wilayah setempat.
Menurut Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, banjir di Jakarta Barat tidak dapat dilihat dari satu faktor saja, tetapi juga gabungan dari faktor alam, geografis, dan infrastruktur.
"Banjir, seperti saya sampaikan tadi di apel, bahwa ini adalah persoalan yang multidimensi, ya, sesungguhnya. Ini kita bicara air kan, bicara hulu sampai ke hilir," kata Iin setelah memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa.
Dia menilai faktor-faktor tersebut berkaitan dengan kiriman luapan air yang menyebabkan kenaikan muka air, cuaca ekstrem serta kondisi sheetpile atau turap kali.
Selain itu, dia juga menyoroti data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan yang mengguyur Jakarta Barat, yang mencapai 192 milimeter (mm) dan tergolong kategori ekstrem.
"Kalau kita melihat kemarin, tuh, banjir secara data dari BMKG memang tinggi sekali curah hujannya, dan kemudian durasinya juga sangat lama, hampir setengah hari, ya, kalau kita melihat waktu kemarin," ujar Iin.
Kondisi geografis Jakarta Barat yang berada di area dekat hilir serta lebih rendah dari permukaan laut pun dinilai turut mempengaruhi tingkat kerentanan bencana banjir.
Baca juga: Sudin SDA Jakbar sebut banjir kian parah akibat turap dilubangi warga
Maka dari itu, beragam upaya antisipasi pun dilakukan oleh Pemkot Jakbar, termasuk pengerukan 11 kali besar yang melewati wilayah setempat.
"Salah satu yang dilakukan adalah di Kali Sepak, di wilayah Kembangan. Kali Sepak ini nanti alirannya akan menuju ke Kali Angke. Nah, ini akan berakibat juga ke beberapa wilayah. Untuk itu, menjadi kunci di hulu, kita akan lakukan ini (pengerukan) supaya lebih optimal," tutur Iin.
Dalam pengerukan Kali Sepak, Pemkot Jakbar menerjunkan tiga alat berat, 10 truk pengangkut lumpur serta 20 personel.
Sebelumnya, banjir menggenangi sejumlah titik di wilayah Jakarta Barat selama lebih dari 24 jam, mulai Senin (12/1) pagi hingga Selasa. Titik terparah berada di Kelurahan Kamal, Tegal Alur dan Rawa Buaya.
Namun, sejumlah titik banjir dilaporkan telah surut pada Senin (12/1) malam.
Baca juga: Jakbar kerahkan 300 personel gabungan untuk penanganan pascabanjir
Baca juga: Wali Kota Jakbar pastikan alat penanganan banjir berfungsi baik
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































