Pemkot Cirebon tangani dampak banjir bandang akibat tanggul jebol

1 month ago 29

Cirebon (ANTARA) - Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menangani dampak banjir bandang akibat tanggul sungai di kawasan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti jebol, melalui langkah darurat hingga penyiapan solusi jangka panjang.

Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati di Cirebon, Selasa, mengatakan pihaknya sudah meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga.

Ia mengatakan banjir terjadi akibat tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu pada Senin (5/1) yang disertai material kayu berukuran besar.

“Kondisi ini dipicu arus sungai yang sangat deras dan membawa material kayu besar dari hulu,” katanya.

Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, kata dia, tanggul yang jebol memiliki panjang sekitar 16 meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Baca juga: Pemkab Gorontalo serahkan bantuan bagi korban banjir bandang Bilato

Menurut dia, kerusakan tersebut menyebabkan air sungai meluap dengan cepat dan masuk ke permukiman warga di kawasan Kalijaga.

Sebagai langkah awal penanganan, pihaknya sudah meminta dinas terkait untuk membantu penanganan lumpur di jalan lingkungan.

Farida mengatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung terkait penanganan teknis sungai di lokasi kejadian.

“Kami memberikan solusi dengan langkah darurat berupa pembangunan tanggul sementara, bersama masyarakat agar air tidak kembali masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Ia menyebutkan penanganan banjir secara permanen memerlukan normalisasi dan pelebaran sungai.

Pihaknya menilai sedimentasi yang tinggi serta tumpukan sampah yang terbawa arus menjadi penyebab utama pendangkalan sungai.

“Masalah utama ada pada pendangkalan dan sampah. Kami mengajak masyarakat lebih peduli lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai,” katanya.

Dalam peninjauan tersebut, pihaknya menyisir fasilitas umum yang terdampak, termasuk MI Darul Ulum di dekat aliran sungai.

Ia memastikan proses pembersihan lingkungan sekolah dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal.

“Kami menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap potensi bencana,” ucap dia.

Baca juga: Polda Sulut kerahkan 204 personel, bantu tangani banjir di Pulau Siau

Baca juga: Banjir Sumatera: Ketika alam "bicara" melalui sisa-sisa tubuhnya

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |