Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kaimana, Papua Barat Daya, bersama Yayasan EcoNusa memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan berkelanjutan melalui sinergi program sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Penguatan kolaborasi tersebut ditegaskan dalam Workshop Kolaborasi Bersama dalam Pembangunan Berkelanjutan yang digelar di Kaimana, Kamis (26/3).
Bupati Kaimana Hasan Achmad mengatakan pembangunan daerah tidak dapat dijalankan secara parsial sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh pemangku kepentingan agar hasilnya benar-benar dirasakan,” ujarnya dalam keterangannya pada Kamis.
Baca juga: Cerita rumput laut dari Negeri Nuruwe
Komitmen kolaborasi itu diwujudkan melalui penandatanganan dua perjanjian kerja sama strategis, yakni pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis masyarakat adat serta penguatan ekonomi perempuan.
Untuk pengembangan pertanian berkelanjutan, Pemkab Kaimana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggandeng EcoNusa dalam program pelatihan, sekolah lapang, hingga pendampingan teknis di lapangan guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi lokal.
EcoNusa sebelumnya telah mendampingi masyarakat Kampung Nagura di Distrik Teluk Arguni Bawah dalam pengembangan padi organik sejak 2025. Pada panen perdana September 2025, lahan lebih dari tiga hektare menghasilkan 3.245 kilogram gabah yang setelah diolah menjadi sekitar 2.569 kilogram beras.
Sebagian besar hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga, sedangkan sebagian lainnya disimpan sebagai benih.
Keberhasilan tersebut mendorong rencana perluasan lahan hingga tujuh hektare sekaligus replikasi program ke lima kampung lain di distrik yang sama.
Selain pertanian, kolaborasi juga diarahkan pada penguatan ekonomi perempuan melalui kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dengan fokus peningkatan kapasitas pelaku usaha perempuan berbasis komunitas.
Program itu melanjutkan pendampingan yang sebelumnya dilakukan, termasuk pembinaan kelompok usaha perempuan di Tanggaromi yang memproduksi keripik pisang, dan akan diperluas ke lebih banyak kelompok usaha.
Manajer Regional Kepala Burung Papua Vilta Leefan mengatakan kolaborasi multipihak tersebut menjadi langkah penting untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.
“Harapannya semakin banyak pihak dapat terlibat untuk mempercepat pencapaian target pembangunan, khususnya dalam memperkuat ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal,” katanya.
Ia menilai sinergi pemerintah daerah dan mitra pembangunan juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain bahwa perencanaan pembangunan akan lebih efektif jika didukung kerja sama yang solid.
Baca juga: EcoNusa fasilitasi masyarakat adat Suga-Kawaf petakan wilayah mandiri
Baca juga: Warga Saporkren kembangkan ekowisata dan waspadai nikel
Baca juga: Cerita Kaka Slank melintasi hutan Papua dari udara
Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































