BMKG: NTB masuki periode peralihan musim menuju kemarau awal April

2 hours ago 3
Saat ini seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan dan bersiap memasuki peralihan musim kemarau

Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan potensi curah hujan masih cukup signifikan, meski Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau pada awal April 2026.

"Masyarakat harus selalu waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis," kata Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Nindya Kirana di Mataram, Kamis.

Pada 1 hingga 10 April 2026 BMKG memprakirakan peluang hujan dengan intensitas di atas 50 milimeter per dasarian masih cukup tinggi berkisar antara 50 sampai lebih dari 90 persen di sebagian besar wilayah NTB.

Baca juga: NTB berpotensi mengalami kemarau selama sembilan bulan

Bahkan potensi hujan lebih dari 100 milimeter per dasarian masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah yang meliputi Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, dan sebagian Kabupaten Bima.

"Saat ini seluruh wilayah NTB masih berada pada periode musim hujan dan bersiap memasuki peralihan musim kemarau," ucap Nindya.

Berdasarkan analisa dinamika atmosfer yang dilakukan oleh BMKG, kondisi iklim global dan regional relatif netral. Fenomena IOD dan ENSO berada pada fase netral dan diperkirakan bertahan hingga pertengahan 2026.

Baca juga: BMKG: Musim kemarau di Jabar datang lebih awal, puncaknya Agustus

Adapun aliran massa udara masih didominasi angin baratan dengan aktivitas gelombang atmosfer yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian timur hingga awal Dasarian III Maret 2026.

Sepanjang 21 sampai 31 Maret 2026, kata dia, curah hujan tertinggi terjadi di pos hujan Santong, Kabupaten Lombok Utara, dengan volume air hujan mencapai 209 milimeter per dasarian.

BMKG mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) masih berada pada kategori sangat pendek berdurasi antara satu sampai lima hari yang menandakan hujan masih terjadi di sebagian wilayah NTB.

Baca juga: BMKG: Peluang hujan lebat di NTB mulai berkurang pertengahan Maret

Pewarta: Sugiharto Purnama
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |