FTUI dan Iluni bangun huntara berkonsep hunian berbasis kearifan lokal

2 hours ago 4

Depok (ANTARA) - Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) bersama Ikatan Alumni (Iluni) FTUI memulai pembangunan hunian sementara (huntara) berkonsep hunian berbasis kearifan lokal bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Program ini menargetkan 12 unit huntara dengan empat unit ditargetkan selesai sebelum
Idul Fitri dan tujuh unit lainnya dalam 30 hari setelah Lebaran.

“Sebagai institusi pendidikan teknik, FTUI memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi berbasis keilmuan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap hunian sementara ini dapat membantu warga memiliki tempat tinggal yang aman dan nyaman sambil menata kembali kehidupan mereka,” ujar Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan di Kampus UI Depok, Kamis.

Desain huntara yang digunakan adalah model Antara Versi 3, pengembangan dari desain
sebelumnya yang telah diterapkan di Lombok, Palu, dan Cianjur.

Baca juga: 43 keluarga korban bencana Gampong Geunteng Pidie Jaya masuk huntara

Bangunan berukuran 4 x 7,2 meter ini terinspirasi dari rumah adat Gayo, Uma Pitu Ruang, dengan konsep rumah panggung berkonstruksi kayu yang kokoh dan sesuai karakter lingkungan setempat. Struktur modular memungkinkan pembangunan lebih cepat dengan melibatkan partisipasi masyarakat secara gotong royong.

Selain sebagai huntara, konsep hunian berkembang memungkinkan penambahan ruang atau perluasan bangunan secara bertahap sesuai kebutuhan penghuninya. Dengan demikian, huntara dapat menjadi dasar bagi pengembangan rumah permanen seiring pemulihan sosial dan ekonomi warga.

Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga Desa Gewat dengan pendampingan
teknis dari Institut Kemandirian Dompet Dhuafa serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten
Aceh Tengah.

Reje Desa Gewat, Sandi Suardi menyampaikan apresiasi atas kepedulian FTUI dan mitra.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari FTUI serta para mitra yang telah membantu masyarakat Desa Gewat. Kehadiran hunian sementara ini sangat berarti bagi warga kami untuk dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang sambil membangun kembali masa depan,” ujarnya.

Baca juga: 151 keluarga penyintas bencana di Pidie Jaya direlokasi ke huntara

Sebagai tambahan informasi, Desa Gewat yang terletak di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh
Tengah dapat dicapai melalui perjalanan darat sekitar 2,5 jam dari Lhokseumawe ke Takengon,
lalu dilanjutkan tiga jam menuju desa itu.

Akses wilayah ini masih terbatas akibat longsor
pascabencana. Tim survei pembangunan huntara yang dipimpin Ketua Iluni FTUI Farrizky Astrawinata bersama Ketua Satgas Kebencanaan FTUI Ardiyansyah meninjau kondisi desa yang masih memprihatinkan meski sudah 90 hari berlalu sejak banjir bandang mendera.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga melalui program UI Peduli.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pihak, pembangunan
huntara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempercepat proses pemulihan kehidupan warga Desa Gewat setelah bencana.

Baca juga: Wagub minta daerah di Aceh aktifkan posko untuk percepatan data huntap
Baca juga: BPBD: Lima keluarga penghuni huntara di Bener Meriah direlokasi ​​​​​​​

Pewarta: Feru Lantara
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |