Pemerintah upayakan repatriasi keris bersejarah dari luar negeri

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan repatriasi keris-keris yang bersejarah dari luar negeri.

"Sejumlah keris sekarang ini kita mintakan kembali repatriasi karena merupakan keris-keris bersejarah yang menjadi ageman tokoh-tokoh perjuangan ketika itu," katanya dalam acara peringatan Hari Keris Nasional di Museum Pusaka TMII, Jakarta, Sabtu.

Keris bersejarah yang berusaha dipulangkan dari luar negeri, menurut dia, antara lain keris milik Pangeran Diponegoro dan Tuanku Imam Bonjol serta keris-keris dari Bali dan Lombok yang dibawa ke luar negeri pada masa penjajahan.

"Kita perlu minta ini sebagai bagian dari upaya memulihkan kedaulatan budaya," katanya.

Fadli menyampaikan bahwa proses repatriasi mencakup penelitian asal-usul untuk memastikan status kepemilikan benda budaya.

"Sebagian besar sudah kembali, sebagian masih tersisa. Mudah-mudahan ke depan melalui provenance research (penelitian asal-usul) antara kita dengan negeri Belanda dan beberapa negara lain kita bisa mengembalikan ini," katanya.

Baca juga: Festival Keris Nusantara 2025 pamerkan 100 keris dari berbagai daerah

Fadli menyatakan bahwa tidak semua koleksi keris yang ada di luar negeri akan dipulangkan ke Indonesia, karena ada juga koleksi keris yang diperoleh secara sah dan menjadi bagian dari koleksi museum atau institusi di negara lain.

Menurut dia, pemerintah saat ini fokus pada benda budaya yang diduga merupakan hasil rampasan perang atau bagian dari praktik kolonialisme pada masa lalu.

"Yang merupakan rampasan perang ketika itu, bagian dari rampasan kolonialisme, kita akan kembalikan," katanya.

Fadli mengatakan bahwa keris merupakan warisan budaya Nusantara yang telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dunia sejak tahun 2005.

"Keris ini jelas bukan impor dari negara lain. Keris ini asli dari Indonesia, asli dari Nusantara," katanya, menambahkan, keberadaan keris sejak abad ke-8 telah terpahat pada relief candi di Indonesia.

Menteri Kebudayaan pada 19 April 2025 menetapkan tanggal 19 April sebagai Hari Keris Nasional.

Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan pelaksanaan kongres pertama Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) di Surakarta pada 19 April 2006.​​​​​​​

Baca juga: Menengok proses pembuatan keris di Karanganyar, Jawa Tengah

Baca juga: Kemenbud tekankan pentingnya edukasi dan riset dalam pelestarian keris

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |