Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum (Ketum) DPP Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) periode 2021-2026 Abdul Ghoni mengecam pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) FORKABI ilegal di Kota Depok, Jawa Barat.
"FORKABI sudah kami patenkan. Jangan melakukan tindakan yang justru memperkeruh organisasi," kata Ghoni dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dia meminta agar seluruh jajaran yang terlibat dalam pemilihan FORKABI yang tidak sah sesuai AD/ART tersebut segera mengundurkan diri.
Menurut dia, nama dan atribut FORKABI telah memiliki legalitas resmi, sehingga tidak boleh digunakan sembarangan oleh pihak lain.
"Seluruh jajaran yang ikut dalam pemilihan FORKABI abal-abal, saya minta mengundurkan diri. Jika tidak, kami akan mengambil langkah tegas karena DPP FORKABI yang saya pimpin adalah sah dan diakui negara berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menkumham," ujar Ghoni.
Dia pun memastikan berdasarkan surat yang diteken Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Pusat (MPOP) DPP FORKABI Iwan Shalih dan Wakil Ketua Kolonel Laut (Purn) Juanda, pelaksanaan Mubes IV DPP FORKABI pada hari ini, Sabtu, di Pendopo Madas Nusantara, Depok, Jawa Barat, tidak memiliki izin dari pihak kepolisian setempat, baik Polres Depok maupun Polsek Cimanggis.
"Mubes abal-abal ini juga diadakan tanpa sepengetahuan saya sebagai Ketua Umum DPP FORKABI periode 2021-2026," ucap Ghoni menanggapi Mubes FORKABI di Depok.
Lebih lanjut, dia menuturkan MPOP meminta agar pihak-pihak yang terlibat, termasuk Ketua Umum FORKABI terpilih dalam Mubes ilegal itu segera mendatangi Sekretariat DPP FORKABI yang sah berdasarkan SK Kemenkum HAM dengan nomor AHU-0005595.AH.01.07 Tahun 2021 di bawah kepemimpinan Abdul Ghoni.
"Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena sudah membuat FORKABI terpecah belah," tegas Ghoni.
Dia menekankan seluruh pihak harus menjaga kondisi organisasi tetap kondusif dan mengedepankan etika dalam berpolitik maupun berorganisasi.
Terkait rencana Musyawarah Besar FORKABI periode 2026-2031, Ghoni menyatakan siap menerima mandat apabila diberikan amanah untuk kembali mencalonkan diri dan memimpin.
Meski demikian, dia juga membuka peluang untuk mundur apabila terdapat kader lain yang dianggap lebih layak memimpin organisasi tersebut.
"Saya siap jika diberikan mandat dan amanah memimpin FORKABI periode 2026-2031. Tetapi jika ada kader terbaik lainnya, saya siap mundur demi kemajuan organisasi," pungkas Ghoni.
Baca juga: Forkabi deklarasikan "Jaga Kampung"
Baca juga: Forkabi gelar FGD untuk rekomendasi Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi
Baca juga: Anggota Forkabi diingatkan untuk tak terlibat premanisme
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































