Sejumlah tokoh nasional dapat penghargaan Unissula

4 hours ago 8
Penghargaan diserahkan bersamaan dengan peringatan Milad ke-63 FH Unissula dengan mengusung tema "Global Connection, Endless Innovation.

Semarang (ANTARA) - Sejumlah tokoh nasional mendapat penghargaan dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang atas kontribusinya bidang hukum, pemerintahan, dan keamanan nasional.

Penghargaan diserahkan bersamaan dengan peringatan Milad ke-63 FH Unissula dengan mengusung tema "Global Connection, Endless Innovation", di Semarang, Sabtu.

Para penerima penghargaan, yakni Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Adies Kadir, dengan penghargaan "The Guardian of Constitutional Integrity".

Prof. Dr. Rivan Achmad Purwantono, yang juga Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan penghargaan "The Strategic Leader of National Impact".

Kemudian, penghargaan "The Pillar of Legal Accountability", diberikan kepada Prof. Rudi Margono, selaku Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung.

Prof. Yanto, selaku Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung dapat penghargaan "The Vanguard Supreme of Justice", serta Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dedi Prasetyo, dengan penghargaan "The Visionary Leader of National Security".

Dekan FH Unissula Prof Jawade Hafidz menjelaskan bahwa pihaknya juga meluncurkan buku handbook berjudul "Islamic Worldview and Law Study" dan buku "Kompilasi Orasi Ilmiah Guru Besar FH Unissula".

Untuk buku handbook berjudul Islamic Worldview mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan hukum yang dibuat dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris dan Arab.

"Handbook ini juga menjadi identitas Fakultas Hukum Unissula dalam menyelenggarakan pendidikan hukum berbasis nilai Islam," katanya.

Selama ini, kata dia, hukum kerap dipahami hanya bersifat normatif, tanpa dikaitkan dengan perspektif Islam sehingga, buku tersebut disusun sebagai panduan dosen dalam menyusun bahan ajar kepada mahasiswa.

Selain digunakan secara internal, buku tersebut juga akan dijadikan cinderamata bagi kampus-kampus dalam dan luar negeri yang berkunjung ke FH Unissula.

Ia menambahkan penggunaan tiga bahasa dalam buku itu disesuaikan dengan sasaran kerja sama internasional yang dijalin FH Unissula, khususnya dengan negara-negara berbahasa Inggris dan Arab.

Saat ini, kata dia, FH Unissula serius memperkuat program internasionalisasi dengan menjalin kerja sama bersama fakultas hukum di berbagai perguruan tinggi dunia.

"Kerja sama internasional sudah kami lakukan dengan perguruan tinggi di Asia, Australia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Alhamdulillah saat ini sudah empat benua yang berhasil kami jaring dalam bentuk kerja sama aktif," katanya.

Ia menjelaskan bentuk kerja sama itu meliputi program "visiting professor", pertukaran dosen dan guru besar hukum, pertukaran mahasiswa (student mobility), hingga pengembangan program gelar ganda (double degree).

Adapun sejumlah negara dan perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan FH Unissula, antara lain Al-Azhar University di Mesir, perguruan tinggi di Yordania, Turki, Thailand, Swedia, Australia, Jepang melalui Nagoya, hingga Korea Selatan.

"Mahasiswa asing nantinya belajar di tempat kami selama satu semester hingga satu tahun. Demikian juga mahasiswa kami akan belajar ke luar negeri," katanya.

Baca juga: Jamwas Kejagung dikukuhkan jadi guru besar Unissula

Baca juga: Pakar: Permohonan amnesti mantan Wamenaker terlalu dini

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |