Jakarta (ANTARA) - Asisten Strategi Panglima TNI Marsekal Muda TNI Budhi Achmadi merekomendasikan enam langkah yang bisa dilakukan pemerintah untuk memperkuat pusat gravitasi pemerintahan demi menjaga kedaulatan negara.
Rekomendasi ini diberikan lantaran belakangan Amerika Serikat baru saja melancarkan serangan ke pusat gravitasi negara Venezuela dengan menangkap sosok kepemimpinan nasional negara tersebut, Presiden Nicolas Maduro.
"Dalam konteks Indonesia, pusat gravitasi tidak hanya terletak pada kekuatan militer, tetapi juga pada legitimasi kepemimpinan nasional, persatuan elite, stabilitas politik, serta kepercayaan publik," kata Budhi Achmadi dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa.
Budhi menjelaskan ada enam langkah yang bisa dilakukan pemerintah berkaca dari peristiwa antara AS dan Venezuela.
"Pertama, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk para elite dan lembaga pemerintah untuk terus membangun postur NKRI yang kokoh dan berdaya tangkal di panggung global," katanya.
Kedua, lanjut Budhi, pemerintah perlu memperkuat legitimasi kepemimpinan nasional melalui tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta mendapatkan dukungan nyata dari masyarakat.
Dengan adanya legitimasi tersebut, pemerintahan akan semakin kuat dengan banyaknya dukungan masyarakat.
"Ketiga, meningkatkan ketahanan informasi dan literasi strategis elite serta masyarakat terhadap maraknya perang kognitif dan operasi pengaruh asing terhadap konstruksi kebangsaan NKRI," jelas Budhi.
"Lalu keempat, mengembangkan doktrin pertahanan yang memandang perang sebagai spektrum multidomain, bukan semata konflik bersenjata," jelasnya.
Pada rekomendasi kelima, Budhi menjelaskan pemerintah harus membangun kemampuan industri pertahanan lokal agar mandiri dalam memenuhi kebutuhan alat pertahanan keamanan TNI.
Terakhir, pemerintah harus memperkuat sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta agar mampu menangkal infiltrasi asing melalui operasi multi dimensi.
Dengan menjalankan rekomendasi itu, ia meyakini pemerintah akan semakin kuat dalam menjaga kedaulatan negara sehingga potensi untuk diserang pihak asing akan semakin kecil.
"Bagi Indonesia, memahami strategi ini adalah landasan awal untuk memastikan bahwa pusat gravitasi nasional kita tetap kokoh dan tidak runtuh pada saat menghadapi serangan dari dalam dan dari luar," ujarnya.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































